oleh

Hampir Sebulan Tak Berkebun, Warga Desa Kilo Poso: Kami Butuh TNI

Catur Sutoyo

SultengTerkini.Com, POSO– Warga Dusun Sipatuo dan Dusun Sipatukong, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU), Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa hal yang paling dibutuhkannya saat ini adalah rasa aman.

Bila pemerintah datang menawarkan pilihan kepada mereka antara keamanan dan sembako, maka yang dipilih adalah keamanan.

Hal tersebut diungkap sejumlah warga saat gelar buka puasa bersama dengan seorang pengusaha lokal di Dusun Sipatuo Desa Kilo, Ahad (17/5/2020).

“Yang kami butuhkan sekarang ini rasa aman, bukan sembako,” ujar warga yang enggan namanya dipublikasikan kepada jurnalis media ini.

Menurutnya, warga Desa Kilo merupakan pekerja keras. Jika Poso aman, maka warga yakin sembako bisa dibeli dan dicukupi sendiri.

“Jadi yang kami butuhkan dari pemerintah adalah bantuan menciptakan bagaimana daerah kita ini aman, sehingga kami masyarakat bisa beraktivitas di kebun dengan normal. Kalau bantuan sembako itu nomor sekian,” katanya.

Warga Kilo menyatakan, dengan kondisi keamanan yang tidak menentu sekarang membuatnya hidup sulit karena tak ada lagi penghasilan.

Padahal jika situasinya aman justru warga akan tambah sejahtera karena sudah memasuki waktu panen raya kakao.

Menurut warga, mereka sudah tidak lagi bisa pergi berkebun di gunung hampir sebulan terakhir atau sejak tewasnya seorang warga setempat diduga dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata.

Dengan kondisi suasana kebatinan yang tidak menentu warga juga meminta adanya upaya maksimal penempatan aparat keamanan di wilayah Desa Kilo dan sekitarnya.

Bahkan secara tegas warga memohon agar pihak pemerintah dapat menempatkan secara maksimal pihak aparat keamanan, khususnya dari satuan TNI.

Menanggapi hal itu, Dandim 1307/Poso, Letkol Catur Sutoyo saat dihubungi jurnalis media ini melalui telepon genggamnya mengaku telah mendapat kabar mengenai keinginan warga di dua dusun tersebut.

Olehnya kata dia, pihaknya telah membicarakan hal ini bersama pihak kepolisian serta pemerintah daerah setempat.

“Ini memang telah kami bicarakan bersama semua stakeholder terkait, intinya TNI jika memang dibutuhkan masyarakat akan selalu siap,” tegasnya.

Catur menuturkan, langkah TNI senantiasa berpijak pada aturan yang ada.

“Kita akan siap membantu tentunya harus jelas perangkat regulasinya. Saat ini pun TNI tetap bersama masyarakat melalui satuan yang ada seperti Babinsa maupun perbantuan yang dilibatkan dalam setiap operasi keamanan,” pungkas Catur Sutoyo. FAI

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 262 times, 1 visits today)

News Feed