oleh

Polda Sulteng akan Panggil Admin IKP dan INKOP Terkait Postingan Hoaks

MARKAS Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU- Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) akan memanggil dua admin grup media sosial (medsos) Facebook terkait kasus berita bohong atau hoaks yang menjerat seorang tersangka ibu rumah tanggal berinisial R.

Dua admin grup Facebook yang akan dipanggil penyidik untuk diperiksa itu adalah Info Kota Palu (IKP) dan INFO KOTA PALU (INKOP).

Direktur Reskrimsus Polda Sulteng, Kombes Polisi Eko Sulistyo Basuki saat ditemui di mapolda setempat, Selasa (7/4/2020), membenarkan hal itu.

Menurutnya, pemanggilan admin IKP dan INKOP karena membiarkan postingan berita hoaks yang dikirim tersangka R ke dua grup Facebook itu, sehingga diketahui banyak orang.

“Iya admin dua grup Facebook itu akan dipanggil, kenapa adminnya membiarkan postingan hoaks itu?. Jadi mereka akan dimintai keterangan terkait kasus itu,” tegasnya.

Dia berharap kepada warga yang melihat postingan hoaks di media sosial untuk segera melaporkan ke pihak berwajib.

Sementara itu, selain tersangka R, penyidik juga masih menelusuri dua akun Facebook lainnya yang diduga ikut menyebarkan berita hoaks terkait Virus Corona.

“Dua akun itu masih kita lacak,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, tersangka R, seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Parigi Moutong itu ditangkap karena diduga menyebarkan berita hoaks di media sosial.

Melalui laman media sosial grup Facebook, pelaku mengunggah postingan dua lembar foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Haerunnisa Sulu dan Idris Nakoe yang beralamat di Perumnas Balaroa Palu Barat, Kota Palu.

Didik menjelaskan, dalam postingannya pemilik akun Rabia Najwa menambahkan keterangan foto yang berbunyi “minta tolong kalau melihat orang ini tolong kasih info ke RS Undata Palu, mereka adalah PDP yang kabur dari RS jam 10 pagi tadi”.

Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng setelah menerima laporan Jumat (3/4/2020) langsung melakukan pemeriksaan kepada korban.

Selain itu penyidik juga mengumpulkan barang bukti serta melakukan profeling akun milik tersangka.

Hasilnya pelaku berinisial R (38) akhirnya digelandang ke Mapolda Sulteng oleh polisi.

Pelaku R yang sudah berstatus sebagai tersangka itu tidak dapat mengelak saat dilakukan pemeriksaan dan mengakui perbuatannya.

“Tersangka sudah ditahan sejak hari Sabtu (4/4/2020),” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto.

Didik menambahkan, tersangka R dijerat pasal 28 ayat (1) dan/atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Dia berharap kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 merupakan duka bangsa Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Sulteng, sehingga masalah itu jangan dijadikan objek untuk menyebarkan informasi atau berita bohong di media sosial.

Karena menurutnya akan menimbulkan keresahan di masyarakat dan Polri tetap bertindak tegas.

“Jadi bijaklah bermedia sosial,” tegas mantan Kapolres Kolaka, Polda Sulawesi Tenggara itu. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 2.781 times, 1 visits today)

News Feed