oleh

Polda Sulteng Tangkap Penyebar Hoax Terkait Virus Corona

KEPALA Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Didik Supranoto (pegang mik) didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat, Kompol Sugeng Lestari. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Disaat pemerintah terus berusaha menangani penyebaran Virus Corona dengan physical distancing ditindaklanjuti adanya maklumat Kapolri, ada oknum masyarakat yang memanfaatkan kondisi ini dengan menyebarkan berita bohong atau hoax.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto kepada jurnalis, Ahad (5/4/2020) mengatakan, melalui laman media sosial Facebook pelaku mengunggah postingan dua lembar foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Haerunnisa Sulu dan Idris Nakoe yang beralamat di Perumnas Balaroa Palu Barat, Kota Palu.

Didik menjelaskan, dalam postingannya pemilik akun Rabia Najwa menambahkan keterangan foto yang berbunyi “minta tolong kalau melihat orang ini tolong kasih info ke RS Undata Palu, mereka adalah PDP yang kabur dari RS jam 10 pagi tadi”.

Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng setelah menerima laporan Jumat (3/4/2020) langsung melakukan pemeriksaan kepada korban.

Selain itu penyidik juga mengumpulkan barang bukti serta melakukan profeling akun milik terduga tersangka.

Hasilnya pelaku berinisial R (38), seorang ibu rumah tangga, warga Kabupaten Parigi Moutong digelandang ke Mapolda Sulteng oleh polisi.

Pelaku R yang sudah berstatus sebagai tersangka itu tidak dapat mengelak saat dilakukan pemeriksaan dan mengakui perbuatannya.

“Tersangka sudah ditahan sejak hari Sabtu (4/4/2020),” katanya.

Didik menambahkan, tersangka R dijerat pasal 28 ayat (1) dan/atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Dia berharap kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 merupakan duka bangsa Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Sulteng, sehingga masalah itu jangan dijadikan objek untuk menyebarkan informasi atau berita bohong di media sosial.

Karena menurutnya akan menimbulkan keresahan di masyarakat dan Polri tetap bertindak tegas.

“Jadi bijaklah bermedia sosial,” tegas mantan Kapolres Kolaka, Polda Sulawesi Tenggara itu. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 1.646 times, 1 visits today)

News Feed