oleh

Pemkot Palu akan Siapkan 19 Ribu Rapid Test Virus Corona

WALI KOTA Palu Hidayat memimpin Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayahnya bertempat di ruang Bantaya, Sabtu (4/4/2020). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu Hidayat memimpin Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayahnya bertempat di ruang Bantaya, Sabtu (4/4/2020).

Walikota Hidayat secara rinci membahas tentang tugas pokok dan fungsi serta rencana aksi pos lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, ada enam pos lapangan yang akan dibuat di setiap pintu masuk Kota Palu yakni satu pos di bandara, dua pos di Pelabuhan Pantoloan dan Taipa, dan tiga pos jalur darat di Kelurahan Pantoloan, Tawaeli, serta Watusampu.

“Gubernur Sulawesi Tengah sudah mengeluarkan ketentuan, adanya jam buka tutup di pintu masuk Provinsi Sulawesi Tengah. Kita bersyukur adanya kebijakan tersebut. Olehnya, yang kita lakukan adalah memeriksa orang yang masuk,” ujarnya.

Walikota menjelaskan, di setiap pos inilah akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, baik melalui termo gun, kesehatan fisik, pencatatan identitas lengkap, hingga pemeriksaan dengan rapid test.

Untuk saat ini, katanya baru 4.000 rapid test yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan akan digunakan untuk orang-orang memenuhi ketentuan dari prosedur lengkap yang disusun oleh tim medis.

“Jadi penggunaan rapid test tidak kita pukul rata. Namun, ada ketentuannya. Nah kedepan, kita mau adakan lagi 15.000 rapid test,” katanya.

Hidayat mengatakan, apabila hasil pemeriksaan kesehatan fisik dan rapid test orang yang bersangkutan terindikasi Covid-19 atau Corona, maka akan dilakukan perawatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kita harap tidak ada yang PDP. Oleh karena itu, saya sangat memohon izin para dokter, kami tahu dokter ini punya aturan sendiri dalam merahasiakan identitas pasien. Tetapi dalam kondisi saat ini, jangan kita rahasiakan, paling tidak tempat tinggal pasien jangan dirahasiakan karena pemukiman sekitar tempat tinggalnya, harus kita sterilkan,” katanya.

Walikota menyatakan mudah-mudahan dengan tak dirahasiakannya tempat tinggal pasien tersebut, tidak terjadi sesuatu di tengah-tengah masyarakat berkaitan dengan ketertiban dan keamanan.

“Ini dalam rangka mengatasi penyebaran virus. Saya kira bukan berarti kita rapat seperti ini tidak berisiko, sangat berisiko. Namun, inilah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk mengamankan masyarakat sebenarnya,” ungkap Walikota Hidayat.

Dia mengungkapkan, ada dua hal yang harus digaris bawahi dalam menghadapi Covid-19 ini yakni pencegahan dan penanganan.

Pencegahan, katanya menjadi tanggung jawab penuh Dinas Kesehatan Kota Palu, sementara penanganan menjadi tanggung jawab Pelaksana Tugas Direktur RSUD Anutapura Palu.

“Dua lembaga itu sangat penting. Olehnya saya minta semua kebutuhan posko harus disiapkan oleh OPD (organisasi perangkat daerah) lain yang telah ditugaskan. Posko kita buka setelah yang kita butuhkan ini sudah siap,” katanya.

Walikota menyatakan pencegahan dan penanganan Covid-19 ini betul-betul harus siap. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika ada lonjakan kasus di kemudian hari.

PESAN 30 LITER BAHAN DISINFEKTAN

Sementara itu, Walikota menambahkan, pihaknya telah memesan 30 liter bahan disinfektan yang aman bagi tubuh manusia sesuai anjuran Balai POM saat berkoordinasi dengan dirinya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ada bahan-bahan yang harus betul-betul safety untuk penyemprotan disinfektan. Mengingat kata dia, WHO tidak merekomendasikan untuk melakukan penyemprotan disinfektan ke badan manusia.

“Sekarang bahan disinfektan sebanyak 30 liter untuk tubuh manusia sementara dalam perjalanan. Balai POM yang akan meramu,” jelasnya.

Menurut walikota, dari 30 liter tersebut akan dibuatkan sebanyak mungkin cairan disinfektan yang akan dicampur atas kerjasama dengan Balai POM.

“Dari 30 liter bahan akan menjadi 6.000 liter cairan disinfektan. Itulah yang akan kita bagi-bagi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Walikota mengimbau kepada seluruh komponen maupun kelompok masyarakat yang akan melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini dapat berkoordinasi dengan pemerintah atau pihak Balai POM maupun Palang Merah Indonesia. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 107 times, 1 visits today)

News Feed