oleh

Cegah Penyebaran Corona, Ombudsman Sulteng: Bioskop XXI itu Perlu Ditutup!

KETUA Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah, Sofyan Farid Lembah. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Langkah XXI di Palu Grand Mall (PGM) yang memilih untuk tetap beroperasi di tengah merebaknya wabah Covid-19 atau Virus Corona di Tanah Air mendapat tanggapan serius dari pihak Ombudsman Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah mengatakan, para pelaku usaha di Sulteng itu harus patuh terhadap surat edaran pemerintah terkait pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di wilayahnya, termasuk soal penutupan sementara tempat hiburan, tidak terkecuali XXI.

“Kalau XXI masih buka ya perlu dipanggil itu,” kata Sofyan Farid Lembah di Mapolres Palu, Kamis (19/3/2020).

Karena menurutnya, XXI itu merupakan tempat hiburan di ruang tertutup dan mendatangkan banyak orang, sehingga hal itu harus dipikirkan.

“Perlu ditutup itu (XXI) dan harus pemerintah menegur itu,” tegas orang pertama di kantor Perwakilan Ombudsman RI Sulteng itu.

Jika pihak XXI tidak mau mematuhi imbauan dari pemerintah untuk menutup sementara dalam rangka pencegahan Virus Corona, maka dia meminta sebaiknya Satuan Polisi Pamong Praja turun tangan melakukan penindakan.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah mengeluarkan surat bernomor 556/0645/DISPAR/2020 tentang Pencegahan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Kota Palu tertanggal 18 Maret 2020.

Surat Pemkot Palu itu dikeluarkan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola Nomor 443/141/Dis.Kes tanggal 16 Maret 2020 dan rapat koordinasi tingkat Kota Palu tanggal 17 Maret 2020 tentang Pencegahan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19.

Surat itu memuat tiga poin salah satunya yakni mengimbau kepada para pelaku usaha untuk mengurangi aktivitas atau menutup sementara tempat-tempat hiburan malam (karaoke, pub, live music, dan bioskop XXI).

Sebelumnya diberitakan, pihak XXI di PGM ngotot beroperasi meski Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melalui surat edaran telah mengimbau kepada pengusaha agar mengurangi aktivitas atau menutup sementara terkait pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di wilayahnya.

Dalam amatan jurnalis media ini pada Rabu malam ini, aktivitas di XXI PGM berjalan seperti biasa.

Sejumlah pengunjung tampak antrean membeli tiket masuk untuk menonton film kesukaannya.

Pada Rabu hari ini tercatat ada lima film yang diputar pihak XXI PGM yakni Mariposa, Bloodshot, The Operative, Aku Tahu Kapan Kamu Mati, dan Tenripada.

Tidak sedikit pengunjung menyaksikan lima film tersebut yang diputar di jam tertentu.

Mengenai masih beroperasinya bioskop terbesar di Sulawesi Tengah di tengah merebaknya Virus Corona di Tanah Air, pihak Cinema XXI akhirnya angkat bicara.

Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications dan Brand Management Cinema XXI kepada SultengTerkini.Com melalui keterangan resminya mengatakan, dalam rangka turut aktif mendukung kebijakan social distancing dari Pemerintah, per hari ini, Rabu (18/3/2020), pihaknya melakukan modifikasi jumlah jam tayang.

“Dari yang sebelumnya lima show menjadi empat show di seluruh jaringan bioskop kami,” katanya.

Perihal berapa lama kebijakan ini diberlakukan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi yang terjadi.

Selain itu kara dia, pihaknya juga berkomitmen untuk mematuhi setiap instruksi/keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Dia menuturkan, untuk diketahui bersama, sebelum melakukan kebijakan tersebut di atas, dalam memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan, kebersihan merupakan salah satu variabel penting.

Untuk itu kata Dewinta, pihaknya memiliki standar operasional prosedur yang ketat dalam memastikan kebersihan seluruh jaringan bioskop Cinema XXI (218 lokasi di 52 kota yang tersebar di seluruh Indonesia).

Mengantisipasi risiko penyebaran virus Covid-19, mulai akhir Januari 2020, pihaknya meningkatkan standar kebersihan bioskop, dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara regular di lingkungan bioskop. “Cairan disinfektan yang kami gunakan, merupakan disinfektan yang digunakan oleh maskapai penerbangan internasional dalam meminimalisir risiko penyebaran virus Corona,” katanya.

Namun pihak XXI bungkam alias ogah menjelaskan lebih jauh mengenai alasan tidak ditutup sementara bioskop itu untuk mencegah penyebaran Virus Corona sebagaimana imbauan dari pemerintah daerah setempat.

Untuk diketahui, jumlah pasien positif Virus Corona di Indonesia, per Kamis (19/3/2020), bertambah menjadi 309 orang, dengan 25 orang di antaranya meninggal dunia sebagaimana disampaikan juru bicara pemerintah khusus penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (19/3/2020). CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 166 times, 1 visits today)

News Feed