oleh

Simpan Senpi Rakitan, Polisi Tangkap Warga Desa Lingadan Tolitoli

WAKAPOLRES Tolitoli Kompol Abdul Haris didampingi Kanit Pidum Ipda Sunatun dan Kapolsek Dakopamean, Dikri Sutarjo saat jumpa pers di mapolres setempat, Senin (16/3/2020). FOTO: MARZUKI/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Aparat Polsek Dakopamean, Polres Tolitoli di Sulawesi Tengah mengungkap kepemilikan senjata api (senpi) rakitan dan dua butir peluru aktif yang dimiliki salah satu warga di Desa Lingadan.

Senjata api rakitan beserta amunisi aktif itu diamankan polisi pada Sabtu (14/3/2020).

Sepucuk senpi laras pendek yang berwarna hitam itu ditemukan dalam rumah Muhdar (32), salah satu warga di Desa Lingadan yang kesehariannya sebagai tukang modifikasi kendaraan bermotor.

Pengungkapan kasus itu berawal dari jajaran Polsek Dakopamean melakukan operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD. Operasi dipimpin Kapolsek Dakopamean Iptu Dikri Sutarjo beserta enam anggotanya.

“Awalnya Muhdar ini sudah menjadi target kepolisian atas laporan warga bahwa Muhdar kerap memutar musik malam hari dengan suara keras hingga larut malam, sehingga saat operasi jajaran Polsek Dakopamean mendatangi rumah Muhdar,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Tolitoli, Ipda Sunatun saat jumpa pers di Mapolres Tolitoli, Senin (16/3/2020).

Namun kata Sunatun, saat melakukan penggeledahan di rumah Muhdar, polisi menemukan senpi laras pendek warna hitam dan dua butir peluru dalam lipatan pakaian di dalam lemarinya.

Selain senpi dan dua butir amunisi, polisi juga menemukan sebilah pisau sangkur kerambit, sebilah pisau sangkur komando, sebilah badik, sebilah keris, sepucuk senjata angin dan uang sebanyak Rp 31.538.000.

“Dari hasil penggerebekan dalam kamar Muhdar juga ditemukan kotak terbuat dari besi baja ringan yang diduga tempat menyembunyikan sabu-sabu dan juga ditemukan satu botol kecil yang diduga adalah sebagai bong atau alat pengisap, sehingga diduga Muhdar ini juga pengguna dan pengedar sabu-sabu,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Muhdar, dia mengaku bahwa senpi tersebut dimilikinya atas pemberian dari salah satu oknum aparat bersenjata.

Namun Muhdar belum mengungkap siapa nama dan tugas dimana oknum aparat bersenjata tersebut.

“Kami masih akan melakukan pengembangan atas pengakuan Muhdar,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, Muhdar (32) diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 yang secara sengaja menyimpan, menyembunyikan dan memperoleh senjata api amunisi atau suatu bahan peledak.

“Muhdar sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya. MRZ

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 45 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed