oleh

Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Lewara Palupi

SEORANG bocah siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Kota Palu, Sulawesi Tengah tewas tenggelam di Sungai Lewara, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Ahad (15/4/2020) siang. FOTO: POLRES PALU

SultengTerkini.Com, PALU– Seorang bocah siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Kota Palu, Sulawesi Tengah tewas tenggelam di Sungai Lewara, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Ahad (15/3/2020) siang.

Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, korban yang diketahui bernama Muh Alif (11) itu berhasil diangkat dari dasar sungai setelah warga sekitar gotong-royong mengevakuasinya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di BTN Puskud Kelurahan Palupi, Kota Palu.

Berdasarkan penjelasan pihak keluarga korban, kata Kapolres Sholeh, mereka menerima musibah ini dan tidak bersedia dilakukan autopsi.

“Secara kasat mata, pada bagian tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Kapolres Sholeh, Ahad.

Untuk diketahui, korban tenggelam saat sedang bermain di pinggir Sungai Lewara dengan dua bocah lainnya yakni MH (14) dan Ar (14).

Menurut pengakuan MH, Ahad sekira pukul 10.00 Wita dirinya bersama Ar bermain di pinggiran Sungai Lewara Palupi.

Saat itu kondisi air sungai sedang banjir. Saksi MH berinisiatif untuk mandi, kemudian datang korban dan  berniat untuk ikut mandi, namun dilarang oleh kedua rekannya.

Namun tak berselang lama, kedua saksi melihat korban sudah di dalam air pada bagian dekat arus yang deras. Mereka sempat menegur korban, namun korban tidak mengindahkannya.

Saksi melihat korban sudah tenggelam, dan saksi berusaha menolong korban dengan cara berenang mendekati korban, dan sempat memegang tangan korban, namun terlepas.

Karena merasa kelelahan, MH ke pinggir sungai dan mencari kayu dengan tujuan untuk membantu korban. Namun saat saksi  kembali, korban sudah tidak kelihatan.

“Habis itu saya mencari pertolongan sama warga di sekitar,” ujar MH.

Hal senada juga diungkapkan oleh saksi kedua, Ar. Kata Ar, hanya beberapa saat setelah mereka melarang korban untuk ikut mandi, kemudian terdengar suara minta tolong dari korban.

Melihat korban sudah mulai tenggelam, saksi lalu berusaha mencari pertolongan warga sekitar.

“Sekitar jam 11.30, datang pertolongan dari warga sekitar dan berhasil diangkat dari dasar sungai,” ungkap Ar.

Sesaat setelah diangkat dari dasar sungai, korban langsung diberikan pertolongan pertama dengan nafas buatan. Namun nyawa korban sudah tidak dapat tertolong. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 63 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed