oleh

Tambang Ilegal Dongi-dongi Telan Korban

SEORANG warga yang menjadi korban penganiayaan di lokasi tambang ilegal Dongi-dongi Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, POSO– Tambang ilegal Dongi-dongi Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kini menelan korban.

Tambang yang sedianya telah ditutup mantan Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Rudi Sufahriadi itu kini telah beroperasi kembali secara masif.

Berbondong-bondong para pencari emas baik dari Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, Kota Palu hingga dari Sulawesi Utara datang ke lokasi tambang tersebut.

Pada Senin (24/2/2020), terjadi penganiayaan di lokasi tersebut. Seorang penambang yang berasal dari Kotamobagu, Sulawesi Utara bernama Rahman (39) dibacok sejumlah orang.

Akibatnya, korban menderita luka serius di bagian paha, betis kiri dan kanan. Korban tak hanya diserang dengan parang, pelaku penganiayaan lain juga menggunakan kayu untuk menghabisi korban.

Untungnya korban bisa melarikan diri ke arah gunung, sehingga nyawanya bisa diselamatkan.

Tak lama berselang, dua rekan korban kemudian mencari korban lalu membawanya ke sebuah puskesmas.

“Korban mendapat perawatan di Puskesmas Wuasa. Luka dipahanya dijahit dengan 31 jahit, betis kiri 30 jahit serta kaki kanan empat jahitan,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto melalui Kasubbid Penerangan Masyarakat, Kompol Sugeng Lestari, Selasa (25/2/2020).

Dia mengaku tim Jatanras Polda Sulteng telah diterjunkan ke lokasi untuk memburu pelaku penganiayaan.

Keberadaan tambang ilegal Dongi-dongi mulai aktif sejak tahun 2016. Puluhan ribu penambang dari berbagai daerah mencari rejeki di lokasi tersebut.

Namun, lokasi tersebut ditutup oleh polisi karena areal pertambangan masuk dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Selain itu, adanya tambang rakyat tersebut membuat persoalan lain menjadi kompleks, utamanya persoalan kriminal.

Disamping itu pula, keberadaan tambang merusak lingkungan serta merugikan negara. Tak ada pihak yang membayar pajak maupun bertanggungjawab atas segala kerusakan lingkungannya.

Belum lama ini, Polda Sulteng juga menangkap empat penambang ilegal dari Dongi-dongi di Kota Palu. Keempatnya ditangkap saat hendak mengolah batu emas di Kelurahan Kawatuna. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 50 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed