oleh

NDB, Bacagub Sulteng Terkuat Golkar Tak Hadiri Musda di Palu

KETUA Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Muhidin Said memukul gong menandai resmi dibukanya Musyawarah Daerah ke X DPD Golkar Sulawesi Tengah di Hotel Santika Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Ahad (23/2/2020) malam. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang juga anggota DPR RI, Muhidin Said resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke X DPD Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) di Hotel Santika Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Ahad (23/2/2020) malam.

Kegiatan musda yang mengagendakan penyampaian pertanggungjawaban pengurus lama serta pemilihan Ketua DPD Golkar Sulteng periode 2020-2025 ini dihadiri sejumlah petinggi DPP, pengurus DPD Golkar Sulteng, para pimpinan DPD Golkar tingkat kabupaten/kota se Sulteng, para pimpinan partai politik di Sulteng.

Selain itu juga dihadiri sejumlah politisi yang telah mendaftarkan diri ke Partai Golkar untuk diusung dalam mengikuti kontestasi pilkada serentak tahun ini.

Dua figur Sulteng yang telah mendaftarkan diri untuk diusung Partai Golkar sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yakni Hidayat Lamakarate dan Hasanuddin Atjo terlihat menghadiri pembukaan musda.

Satu nama yang tidak terlihat hadir adalah Nurmawati Dewi Bantilan (NDB). Padahal, kader Partai Golkar yang telah malang melintang di kancah nasional ini paling digadang-gadang untuk diusung sebagai bacagub Sulteng.

Nama NDB sebagai bacagub terkuat dari Partai Golkar ini semakin santer, karena dari sejumlah kader yang ada, NDB berada pada rangking teratas.

Kapasitas dan kompetensi yang dimiliki NDB tidak diragukan, karena selama ini telah berada pada tataran politisi nasional.

Belum lagi, keinginan yang begitu besar dari Partai Golkar untuk menciptakan sejarah baru yakni gubernur perempuan pertama di provinsi ini.

Sementara dua figur lain yang telah mendaftarkan diri untuk diusung sebagai bakal calon, belum terdaftar sebagai kader.

Terkait dengan ketidakhadiran NDB dalam pembukaan musda, Ketua DPD I Golkar Sulteng, Arus Abdul Karim tidak mempermasalahkannya.

“Ada sesuatu kegiatan yang dia tidak bisa ditinggalkan (jadi tidak hadir),” ujar Arus saat ditemui SultengTerkini.Com usai pembukaan Musda DPD Golkar Sulteng.

Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak di sejumlah kabupaten, kota dan Provinsi Sulteng, Partai Golkar Sulteng memprioritaskan kadernya untuk diusung sebagai bakal calon.

Partai Golkar tetap akan berkoalisi dengan partai lain meski di dua daerah yakni Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Poso, perolehan kursi Partai Golkar telah memenuhi syarat pencalonan bakal calon kepala daerah.

“Di Morowali Utara dan Poso, jumlah perolehan kursi kami sudah mencukupi. Tapi kami tetap akan berkoalisi untuk memperbesar peluang kemenangan kami,” jelas Arus Abdul Karim.

Arus menegaskan, target pemenangan pilkada serentak adalah 60 persen. Olehnya, Partai Golkar Sulteng akan memanfaatkan seluruh potensi infrastruktur partai untuk mencapai target tersebut.

Perlu diketahui pula, selain NDB, Partai Golkar Sulteng juga akan mengusung kader perempuan lain sebagai calon kepala daerah.

Imelda Liliana Muhidin sebentar lagi akan ditetapkan sebagai bakal calon Walikota Palu dari Partai Golkar. Melihat pergerakan politik Partai Golkar saat ini, nama Imelda Liliana Muhidin dipastikan tidak akan tergeser oleh figur lain. CAL/GUS

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 888 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed