oleh

Seleksi PPK, Rekomendasi Bawaslu Bikin Bingung KPU Tolitoli‎

KETUA KPU Kabupaten Tolitoli, Suleman Padjalani (pegang mik) bersama Divisi Teknis, Alisman dan Divisi Pendidikan Pemilih, Informasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Muhadir saat konferensi pers di aula kantor KPU setempat, Rabu (12/2/2020). FOTO: MARZUKI/SULTENGTERKINI.COM‎

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Adanya rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tolitoli terkait penambahan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) membuat KPU setempat bingung.

Rekomendasi Bawaslu Tolitoli mengharuskan penambahan empat anggota PPK di tiga kecamatan, sehingga jumlah PPK yang lulus seleksi menjadi 11 orang.

Padahal, sebelum adanya rekomendasi tersebut, KPU Tolitoli telah menggelar pleno penetapan 10 anggota PPK yang telah lulus seleksi.

Dalam rekomendasinya, Bawaslu Tolitoli minta KPU setempat untuk menambah satu orang di Kecamatan Dakopemean, dua orang di Kecamatan Tolitoli Utara dan satu orang di Kecamatan Dondo.

Divisi Teknis KPU Tolitoli, Alisman didampingi Ketua KPU Tolitoli, Suleman Padjalani dan Divisi Pendidikan Pemilih, Informasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Muhadir, saat jumpa pers di kantornya, Rabu (12/2/2020), membenarkan hal ini.

“Waktu itu saya bingung, apa yang harus saya lakukan dengan rekomendasi Bawaslu ini, sehingga saya langsung berkoordinasi dengan KPU Sulawesi Tengah Pak Sahran Raden. Pak Sahran menyampaikan agar rekomendasi Bawaslu itu dijalankan saja dengan memasukkan kembali nama yang direkomendasikan Bawaslu,” jelas Alisman.

Dia menjelaskan, empat nama yang direkomendasi Bawaslu itu sebelumnya telah mengikuti tes tertulis dan nilainya masuk ranking 10 besar.

Namun saat diverifikasi di Sistem Informasi Politik (Sipol), empat nama tersebut masih terdaftar sebagai pengurus partai politik, sehingga KPU Tolitoli menggugurkan empat nama itu.

Setelah pleno penetapan 10 besar, empat orang tersebut melapor ke Bawaslu Tolitoli dengan aduan mereka tidak lagi berafiliasi dengan parpol. Lalu Bawaslu Tolitoli merekomendasikan untuk memasukkan kembali nama-nama tersebut agar mengikuti tes wawancara.

Dengan ketambahan empat orang itu, KPU Tolitoli menetapkan dan mengumumkan kembali hasil seleksi di tiga kecamatan menjadi 11 besar.‎

Ditanya soal regulasi tentang penetapan 11 besar tersebut, Alisman mengaku menentukan dua cara yakni mengeluarkan salah satu dari 10 besar yang telah diluluskan dan yang kedua ‎memasukkan nama yang direkomendasi Bawaslu tanpa mencoret nama-nama yang sudah ‎ditetapkan di 10 besar.

KPU Tolitoli, kata dia, mengambil cara yang kedua atas petunjuk komisioner KPU Sulteng.‎

“Kedua cara inilah yang kami koordinasikan secara berjenjang dengan komisioner KPU ‎provinsi,” tuturnya.‎

AKAN DILAPOR KE DKPP

Terkait hal ini, Ketua Aliansi Gerakan Rakyat Pengawas Penyelenggara Pemilu, Hendri Lamo menegaskan bahwa keputusan KPU Kabupaten Tolitoli meluluskan 11 orang calon anggota PPK hasil ‎tahapan seleksi tertulis di  tiga kecamatan itu merupakan keputusan fatal karena menabrak ‎aturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 36 Tahun 2018 pasal 43 ayat 6.

Regulasi itu memerintahkan kepada KPU/KIP kabupaten/kota untuk ‎menetapkan paling banyak 10 orang calon anggota PPK hasil seleksi tertulis dan bukan 11 orang.

“Keputusan ini membuka ruang tidak adanya kepastian hukum di tiga kecamatan tersebut ‎terhadap calon anggota PPK yang akan terpilih nanti. Legitimasinya diragukan karena kedepannya ‎akan menciptakan persoalan-persoalan baru yang lebih besar,” ungkap ‎Hendri usai konfrensi pers.‎

Ketidakpastian hukum terhadap legitimasi PPK di tiga kecamatan tersebut lanjut Hendri, ‎nantinya akan berimplikasi juga terhadap legitimasi penyelenggara pemilu di tingkat PPS dan KPPS ‎yang setelah proses perekrutan calon anggota PPK ini selesai.‎

“Menyikapi persoalan ini, Aliansi Gerakan Rakyat Pengawas Penyelenggara Pemilu akan membuat ‎laporan atau pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” tegasnya. MRZ

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 151 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed