oleh

Sekjen Ahmad Muzani Tegaskan Cagub Sulteng yang Diusung Gerindra Ditentukan Longki Djanggola

SEKRETARIS Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat memberikan arahan pada ramah tamah dan temu kader dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 12 Partai Gerindra di kantor DPD Gerindra Sulteng Jalan Elang, Kota Palu, Senin (10/2/2020) dini hari. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Salah satu penyebab partai Gerindra itu harus kuat adalah terus mendorong dan merealisasikan janji-janji saat kampanye pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 lalu.

Karena itu partai terus berupaya pada pilkada serentak tahun ini menjadikan kader Gerindra sebagai bupati, walikota, dan gubernur sebanyak-banyaknya.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat memberikan arahan pada ramah tamah dan temu kader dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 12 Partai Gerindra di kantor DPD Gerindra Sulteng Jalan Elang, Kota Palu, Senin (10/2/2020) dini hari.

Dia mengatakan, kekuatan partai itu, pertama kekuatan organisasi atau kelembagaan.

Partai itu kalau organisasinya kuat, maka tahap pertama menjadi partai besar akan terselesaikan.

Tahap kedua partai itu bisa ikut pemilu, maka dari itu harus dapat banyak suara. Untuk apa partai itu ikut pemilu kalau tidak dapat suara.

Tahap berikutnya adalah meraih kursi di dewan sebanyak-banyaknya.

Karena menurutnya, jika kursi di dewan sedikit, tidak dianggap, tapi kalau partai kursinya banyak, itu pasti didengar.

Dia bisa membedakan, ketika Gerindra punya 26 kursi di DPR pada tahun 2009 dengan yang sekarang 78 kursi di DPR, perlakuannya pasti beda, karena banyak.

Ahmad mengatakan, kalau kursinya banyak, maka orientasi partai berikutnya adalah merebut kekuasaan.

Di daerah juga begitu, Ahmad Muzani berharap setelah partai ini eksis dipercaya rakyat, maka rebutlah kekuasaan, bupati, walikota, dan gubernur.

“Itu sebabnya setelah Pak Longki ini jabatannya berakhir sudah dua periode saya berharap berlanjut ke kader berikutnya (calon gubernur) yang ditunjuk Pak Longki,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam mekanisme pilkada internal, calon bupati dan walikota itu adalah hasil rembukan antara DPC, DPD, dan DPP.

Tetapi khusus pilkada gubernur, Prabowo Subianto selaku ketua umum Partai Gerindra menggunakan hak wewenangnya untuk menentukan siapa calonnya.

Tetapi Prabowo kata dia, berkali-kali mengatakan bahwa karena Longki Djanggola sudah menjadi gubernur dua periode dan juga ketua DPD Gerindra Sulteng, maka diberi kekuasaan untuk menentukan siapa penggantinya.

“Kedatangan saya hari ini yang agak memaksakan diri, salah satunya saya juga pengen dengar, bapak maunya siapa?, tapi sampai dengan ini malam, beliau belum menyebut nama pada saya,” katanya yang disambut tepuk tangan dari para kader Gerindra.

Dia mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya partai menata menuju pemilu 2024. Karena pemilu 2024 itu adalah kemenangan yang harus dipersiapkan dari awal.

Ahmad Muzani menambahkan, Gerindra harus kuasai struktur kelembagaan partainya, DPR-nya, bupati, walikota, dan gubernurnya, serta ujungnya adalah kemenangan di pemilihan presiden.

Olehnya dia berpesan partai tidak boleh jauh dari rakyat. Kalau partai jauh dari rakyat, maka partai itu ditinggalkan rakyat.

Jadi dia meminta semua pejabat partai harus dekat dengan rakyat, pengurus ranting hingga pusat harus dekat dengan rakyat, termasuk pejabat yang dipilih di dewan dan pemerintahan.

“Kuncinya harus dekat dengan rakyat,” ujar orang kedua di DPP Gerindra itu.

Ahmad mengatakan, jika calon gubernur yang ditunjuk dan dipilih menang dan dalam kewenangannya mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat, maka sama saja partai telah mewakafkan pemimpinnya untuk kepentingan rakyat.

“Longki Djanggola sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur Sulteng. Selama dua periode itu rakyat akan mengenang Longki Djanggola sebagai gubernur yang baik. Selain menjadi amal beliau, juga menjadi amal partai,” kata mantan jurnalis itu.

Olehnya lanjut Wakil Ketua MPR RI, salah satu tanggung jawab partai adalah menciptakan pemimpin-pemimpin yang baik, pro rakyat dan itu adalah tujuan berpartai.

“Saya berharap partai Gerindra tetap solid. Saya juga bangga dengan pak Longki karena beliau ini adalah gubernur pertama dari Partai Gerindra. Berkali-kali saya sampaikan bahwa role model gubernur ini kayak Pak Longki,” kata Ahmad Muzani.

Makanya kata dia, Prabowo Subianto selaku ketua umum partai dalam banyak kesempatan walaupun kadang-kadang jauh, menyempatkan menemui Longki Djanggola karena Prabowo merasa inilah gubernur pertama yang dimiliki Gerindra.

Dia berharap Longki yang sekarang menjabat gubernur dapat ditularkan kemampuan dan keahliannya kepada banyak kader Partai Gerindra.

“Saya berharap Pak Longki dapat menularkan ilmunya tentang bagaimana caranya bertahan sampai dua periode dan partai akan mengikuti apa yang disarankan ke DPP,” pungkasnya.

Selain Ketua Longki Djanggola beserta pengurus DPD, DPC Gerindra se Sulteng lainnya, acara ramah tamah dan temu kader itu juga dihadiri para anggota DPRD kabupaten, kota dan provinsi, sejumlah wakil bupati dari kader Gerindra, tokoh partai lain, serta bakal calon gubernur (cagub) Sulteng, Hidayat Lamakarate. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 162 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed