oleh

Polisi Gerebek Pesta Sabu-sabu di BTN Puskud Palu, Sita Rp 210 Juta

KAPOLRES Palu, AKBP Moch Sholeh memperlihatkan barang bukti uang hasil penggerebekan pesta sabu-sabu di BTN Puskud kepada sejumlah jurnalis di mapolres setempat, Kamis (16/1/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Palu, Sulawesi Tengah menggerebek pesta sabu-sabu di sebuah rumah di BTN Puskud, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Rabu (14/1/2020) dini hari sekira pukul 00.50 Wita.

“Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan itu,” kata Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh kepada sejumlah jurnalis di mapolres setempat, Kamis (16/1/2020).

Kapolres Moch Sholeh mengatakan, tiga orang yang ditangkap dalam penggerebekan itu yakni berinisial Sd alias Am (31), warga BTN Puskud, AS alias Ip (24) dan SU alias Al, keduanya warga Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.

Dia mengatakan, penangkapan itu dilakukan berkat informasi bahwa di rumah Sd sedang berlangsung pesta sabu-sabu. Atas informasi itu, polisi segera menyelidikinya di lapangan.

Hasilnya, polisi meringkus tiga pelaku dan mengamankan barang bukti narkoba dalam sebuah tas hitam milik Sd yang diselempang di lehernya serta uang tunai dalam jumlah banyak di dalam lemari kamarnya.

Saat anggota sedang melakukan penggeledahan banyak orang datang ke rumah pelaku Sd untuk mencari tahu kejadian.

Karena kondisi tidak memungkinkan dan untuk keselamatan polisi, pelaku bersama barang buktinya segera digelandang ke Mapolres Palu.

Adapun barang bukti yang disita polisi dalam penggerebekan itu diantaranya satu bungkus besar diduga sabu-sabu seberat 50.46 gram, satu paket kecil 1,25 gram bruto, dua paket kecil 0,64 gram, dua alat isap sabu-sabu atau bong.

Kemudian barang bukti lainnya satu pireks kaca, tiga telepon seluler, satu sepeda motor Yamaha Fino warna biru kuning tanpa plat nomor, satu tas pinggang warna hitam, dan uang tunai hasil penjualan sabu-sabu Rp 210 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka itu dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kasusnya masih dalam pengembangan,” tutur mantan Kapolres Banggai itu. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 2.947 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed