oleh

36.594 Warga Sulteng Terpapar Narkoba

naekob
KEPALA Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjen Pol Suyono memberikan penjelasan terkait penyalahgunaan narkoba di provinsi ini, Jum’at (20/12/2019). FOTO: IQBAL

SultengTerkini.Com, PALU- Sebanyak 36.594 warga Sulawesi Tengah (Sulteng) atau 1,7 persen dari total penduduk di 13 kabupaten/kota telah terpapar narkoba. Jumlah ini memungkinkan bertambah apabila Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil surveinya tahun ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjen Pol Suyono menjelaskan, hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia  dan BNN tahun 2017, prevalensi penyalahgunaan atau orang yang sudah terpapar narkoba di Sulteng adalah 1,7 persen dari 2,1 juta penduduk.

Pascasurvei tersebut,  diharapkan jumlah orang yang terpapar narkoba bisa ditekan. Namun hasil penelitian LIPI pada tahun 2019 di dua daerah yakni Kota Palu dan Kabupaten Sigi, provinsi ini bisa menjadi lima besar provinsi dengan pengguna narkoba terbesar di Indonesia.

“Secara resmi, hasil penelitian LIPI belum dirilis. Tapi dari hasil diskusi, peneliti bertanya, mengapa Sulteng pada tahun 2017 ranking 18, menjadi ranking lima besar peredaran gelap narkoba,” jelas jenderal bintang satu tersebut, Jum’at (20/12/2019).

Dia mengaku bahwa penelitian yang dilakukan LIPI baru di dua daerah itu, sehingga belum diketahui apakah prevalensinya telah mewakili Sulteng secara keseluruhan atau belum.

Suyono menambahkan, pada tahun 2019, BNNP Sulteng telah mengungkap 49 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 81 tersangka.

Barang bukti yang telah disita BNNP adalah 1,34 kilogram sabu, 4,3 kilogram ganja, tiga unit kendaraan roda tiga, empat unit kendaraan roda empat dan uang tunai sebesar Rp139.630.000.

“Untuk rehabilitasi, sejauh ini kami telah merehab 967 orang,” terang Suyono.

Ditengah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, lanjut Suyono, BNNP berupaya semaksimal mungkin agar peredaran gelap narkoba maupun warga yang terpapar narkoba di Sulteng bisa ditekan. Harapannya, orang-orang yang telah terpapar narkoba bisa kembali seperti sedia kala.

Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat diharapkan, sehingga peredaran narkoba ini bisa diminimalisir.

Berbagai upaya telah dilakukan BNNP Sulteng untuk mewujudkan Sulteng bebas narkoba, baik dalam bentuk pemberantasan, pelatihan, advokasi maupun bimbingan teknis. BNNP Sulteng melibatkan banyak instansi agar persoalan narkoba ini bisa diatasi.

“Anggaran pemberantasan BNNP setahun hanya untuk 21 kasus. Tapi Alhamdulilah kemaren kita dapat mengungkap 49 kasus dengan 81 tersangka.  Untuk kegiatan sosialisasi, kita lakukan 74 kali, padahal anggarannya hanya cukup untuk 33 kali kegiatan,” urainya.

Sebagian besar dana kegiatan, sambung Suyono, diambil dari kocek pribadi. Itu dilakukan karena semangat BNNP Sulteng sangat besar dalam memberantas peredaran narkoba di Bumi Tadulako.

Terkait dukungan pemerintah, BNNP Sulteng telah menyosialisasikan program bebas narkoba kepada 123.767 pegawai negeri maupun swasta. Diharapkan, ratusan ribu orang ini bisa menjadi corong BNNP dalam menyosialisasikan bahaya narkoba di masyarakat.

“Mari bersama kita bahu membahu dalam mengatasi masalah narkoba ini, sehingga provinsi ini bebas narkoba. Stop Narkoba sekarang juga,” singkatnya. CR1

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 107 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed