oleh

Pemprov Sulteng Rehabilitasi 2.808 Hektare Kawasan Hutan

WhatsApp Image 2019-11-30 at 22.22.44
WAKIL Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi (kiri) melakukan penanaman pohon di lokasi wisata paralayang Salena Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sabtu (30/11/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Nahardi mengungkapkan, lahan kritis di wilayahnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungn Hidup dan Kehutanan Nomor SK.306/MENLHK/Pdashl/DAS.0/7/2018 tercatat sebanyak 264.874 hektare, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.

Kondisi lahan kritis ini sangat berpengaruh terhadap daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ancaman bencana hidrometerologi.

“Kita harus bertindak bersama-sama dan berkelanjutan mengurangi luasan lahan kritis dengan aksi konkret antara lain penanaman pohon,” kata Kadis Nahardi pada Peringatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, di lokasi wisata paralayang Salena Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sabtu (30/11/2019).

Dia mengatakan, pada tahun 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng telah merehabilitasi 2.808 hektare kawasan hutan yang tersebar di wilayahnya melalui skema hutan rakyat, reboisasi, agroforestry, pemulihan RHL rawan bencana di luar maupun di dalam kawasan hutan.

Kegiatan GNPDAS tingkat Provinsi Sulteng tahun ini menggelar aksi penanaman 550 batang pohon secara simbolik dengan jenis Mahoni, Kemiri, Sirsak, Eboni, Rambutan, dan Durian yang melibatkan sekitar 550 orang.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Rusli Dg Palabbi yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengatakan, GNPDAS pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat.

Gerakan tersebut katanya, bertujuan meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim, dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.

Pelaksanaan kegiatan GNPDAS ini dirangkaikan dengan Green Trail Adventure KPH Banawa Lalundu untuk memperkenalkan ragam jasa lingkungan ekowisata antara lain, paralayang Salena, air terjun Lotto, wisata mangrove Kabonga, air terjun Pangasiltoli dan jalur trail adventure Salena-Lotto sepanjang 40 kilometer. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 41 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed