Wabup Sebut Potensi Pariwisata di Donggala Belum Berdampak Signifikan Bagi Masyarakat dan Daerah

81
WhatsApp Image 2019-11-07 at 06.37.31
WAKIL Bupati Donggala Mohammad Yasin menghadiri pembukaan Rapat Kerja Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah Tahun 2019, di ruang Pogombo kantor gubernur setempat, Rabu (6/11/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wakil Bupati (Wabup) Donggala Mohammad Yasin menghadiri pembukaan Rapat Kerja (raker) Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah Tahun 2019, di ruang Pogombo kantor gubernur setempat, Rabu (6/11/2019).

GubernurSulteng yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Elim Somba dalam sambutannya mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan semua potensi yang ada mempunyai peranan penting bagi pengembangan kepariwisataan, khususnya wisata alam.

“Dimana jika dioptimalkan dapat menyejahterahkan masyarakat setempat,” ujarnya saat membuka rapat kerja tersebut.

Namun disamping itu dia menyampaikan bahwa masih banyak permasalahan yang dihadapi antara lain, pengendalian tata ruang kawasan pariwisata dan kurangnya sumber daya manusia profesional berkompetensi di bidang pariwisata.

Dia berharap dengan digelarnya rapat kerja tersebut dapat tercipta komitmen bersama dalam rangka pelaksanaan pembangunan kepariwisataan dan pengembangan ekonomi kreatif di Sulteng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, I Nyoman Sriadijaya selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan rapat tersebut antara lain tercapainya komitmen bersama para pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah terkait dan mitra usaha pariwisata untuk mengembangan pariwisata kabupaten/kota se Sulawesi Tengah.

Selain itu juga tercapainya program strategis pembangunan kepariwisataan secara terintegrasi yang mampu mengakomodir kondisi sumber daya pariwisata di kabupaten/kota se Sulteng.

Untuk peserta rapat kerja terdiri dari anggota DPD dan DPR RI daerah pemilihan Sulteng, bupati, wali kota se Sulteng, ketua dan anggota DPRD Sulteng, Kadis Pariwisata provinsi, kabupaten/kota se Sulteng, Kepala Biro Ekonomi dan Pengembangan se Sulteng serta mitra usaha pariwisata.

Sementara di tempat yang sama, Wabup Mohammad Yasin mengatakan, pariwisata yang ada di wilayahnya berpotensi cukup besar.

Tetapi katanya, dimana potensi pariwisata tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat maupun pendapatan terhadap hasil daerah.

Salah satu pariwisata yang sering didengar itu adalah Tanjung Karang dan ada beberapa pariwisata di wilayah Pantai Barat dan juga destinasi berkaitan dengan budaya lokal adat istiadat yang belum dikembangkan dengan maksimal.

Misalnya ada Desa Enu Kecamatan Sindue, tradisi yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat apakah didukung atau tidak oleh pemerintah mereka tetap laksanakan.

Begitu juga destinasi wisata terkait dengan kota tua yang dibangun oleh kolonial Belanda.

“Hari ini mungkin hanya sedikit orang Sulawesi Tengah tahu ada 1.000 anak tangga yang dibuat oleh Belanda dan masih ada sampai sekarang yang hari ini juga dijadikan sebagai destinasi wisata untuk pendidikan,” katanya.

Menurutnya, 1.000 anak tangga itu sekarang ada di rumah jabatan Wabup Donggala  karena dulunya rumah tersebut adalah rumah asisten residen Belanda.

Terkait dengan pariwisata, dia mengungkapkan, yang menjadi salah satu kendala soal kedepan yaitu termasuk dalam pembuatan kalender wisata.

Jika Donggala nantinya membuat kalender wisata atau iven yang akan dilaksanakan, Wabup berharap bisa dibantu dari provinsi maupun Kementerian Pariwisata.

Karena kata Wabup Mohammad Yasin, jika Pemerintah Kabupaten Donggala membuat, namun tidak ada dukungan dari semua pihak, maka itu tidak bisa terlaksana dengan baik. CAL

Silakan komentar disini...
loading...