oleh

Karena Sentuhan DSLNG, Usaha Kami Jaya!

WhatsApp Image 2019-09-30 at 21.50.32
RATNI Zakaria, pemilik Rumah Produksi As-Syifa memperlihatkan produk olahannya. Saat disentuh oleh DSLNG, usaha Ratni berkembang pesat. FOTO: AGUS PANCA SAPUTRA

SultengTerkini.Com, BANGGAI– Rasma Andapa, Ratni Zakaria, Arni Arafat, dan Marma adalah empat dari sekian banyak perempuan sukses di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Karena sentuhan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), usaha mereka melejit bahkan sampai terkenal di mancanegara.

Rasma Andapa merasakan perubahan hidup yang luar biasa. Lewat usaha abon ikan, Rasma bisa memperbaiki rumah dan menyekolahkan anaknya.

Rasma memproduksi abon ikan di rumahnya di Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Wanita yang akrab disapa Ibu Neka ini menamakan produknya dengan namanya sendiri, Abon Ikan Ibu Neka.

Usaha yang dirintisnya berkembang pesat. Abon Ikan Ibu Neka bisa diperoleh di swalayan-swalayan di Luwuk maupun Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Tak hanya pejabat atau warga biasa, sekelas Presiden Jokowi pun pernah mencicipi produk tangannya.

“Dulu rumah saya tak sebagus ini, tapi sekarang, saya bisa memperbaiki rumah ini,” tutur Rasma Andapa belum lama ini.

Ratni Zakaria dan Arni Arafat pun demikian. Setelah bergabung dengan Asosiasi Pelaku Usaha Mikro (Aspum) yang dibentuk PT DSLNG, grafik usaha mereka naik begitu cepat.

“Sejak gabung Aspum, produk saya bisa terjual sampai Jakarta. Penjualannya secara online,” kata Ratni Zakaria, pemilik Rumah Produksi As-Syifa yang memproduksi makanan olahan.

Tidak hanya itu, lanjut Ratni, melalui Aspum, Rumah Produksi As-Syifa sering diikutkan dalam pameran dan telah membuka outlet di Bandara Syukuran Aminuddin Luwuk.

Arni Arifat pun demikian. Berkat sentuhan PT DSLNG, pemilik usaha Gialok Food itu bisa merasakan nikmatnya naik pesawat terbang.

“Alhamdulillah, sejak saya bergabung di Aspum tahun 2017, usaha saya terus meningkat. Dengan usaha ini, saya bisa merasakan naik pesawat,” kata Arni sambil menyeka air mata.

Arni mengaku, penghasilannya tiap bulan bisa mencapai Rp 3 juta lebih. Sebelum bergabung di Aspum, penghasilan Arni tak sampai Rp 1 juta tiap bulan.

“Produk saya sekarang dijual di swalayan-swalayan, toko-toko bahkan ada yang bawa ke Kuala Lumpur Malaysia,” singkat Arni.

Gialok Food menjual produk ikan olahan seperti Bade’o Cakalang, Stik Ikan hingga makanan khas Kabupaten Banggai.

Perempuan lain yang turut merasakan ‘manisnya’ sentuhan PT DSLNG adalah Marma.

Hanya saja, Marma bukan pelaku UKM seperti tiga perempuan lain. Marma, berubah hidupnya sejak memimpin Koperasi Posaanguan Boune Banggai, sebuah koperasi simpan pinjam yang berbasis di Kecamatan Batui.

Dengan pendampingan secara kontinyu dari tenaga ahli keuangan mikro yang didatangkan PT DSLNG, usaha Koperasi Posaanguan Boune Banggai berkembang cepat.

Koperasi yang dulunya beranggotakan ibu rumah tangga, kini cukup sibuk menerima anggota dari kaum pria.

Hanya berselang dua tahun, kekayaan koperasi tersebut kini mencapai Rp 230 juta lebih, dengan jumlah pinjaman anggota sebesar Rp 146 juta. Angka pinjaman tersebut naik 63,7 persen dibanding tahun 2018.

“Setiap anggota kami beri bantuan maksimal Rp 2 juta dengan bunga dua persen yang dibayarkan tiap bulan selama 10 bulan,” urai Marma.

Marma menargetkan anggota koperasinya mencapai 200-an orang. Saat ini, jumlah anggota koperasi sebanyak 105 orang.

Fasilitator Bidang Marketing Aspum Kabupaten Banggai, Yerni Bakobat menuturkan, para pelaku usaha yang tergabung dalam Aspum dilatih tentang cara meningkatkan usahanya.

Selain itu, Aspum juga mengakomodasi pelebaran jaringan pemasaran bagi anggotanya.

“Untuk perlengkapan usaha, anggota Aspum bisa memperolehnya secara kredit. Aspum ini menyediakan peralatan dan perlengkapan apapun yang dibutuhkan anggota. Belinya bisa dicicil dengan bunga rendah, 1 sampai 2 persen,” jelas Yerni Bakobat belum lama ini.

Sejauh ini, 36 pelaku usaha mikro telah bergabung dalam asosiasi tersebut.

“Cakupan Aspum ini masih di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batui, Kintom, dan Kecamatan Nambo. Target kami, seluruh usaha mikro yang ada di tiga kecamatan ini bisa bergabung di Aspum,” tuturnya.

Yerni menyebut, anggota Aspum adalah kumpulan pelaku usaha mikro dari berbagai jenis bidang usaha.

CSR Manager PT Donggi Senoro LNG, Pandit Pranggana mengatakan, memajukan pelaku usaha di Kabupaten Banggai adalah komitmen PT Donggi Senoro LNG. Dengan sentuhan dana Corporate Social Responsibility (CSR), Pandit berharap, pelaku UKM bisa meningkatkan usahanya untuk perbaikan kesejahteraannya.

“Ini adalah komitmen kami. Mereka (pelaku usaha) tak hanya diberi pelatihan, tapi juga diberikan kemudahan akses pasar,” tegas Pandit.

Perlu diketahui, hingga tahun 2018, PT DSLNG telah mengeluarkan dana sebesar 6,673 juta dolar dalam bentuk CSR. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2008 hingga tahun 2018 dan tersebar di 22 desa di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batui, Kecamatan Kintom, dan Kecamatan Nambo. GUS

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 12 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed