11 Orang Tewas dalam Lakalantas Selama Operasi Patuh Tinombala 2019

371
WhatsApp Image 2019-09-13 at 10.05.31
OPERASI Patuh Tinombala 2019 yang dilaksanakan di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Palu melibatkan unsur Detasemen Polisi Militer dan Dinas Perhubungan. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat ada sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2019 di wilayahnya.

“Korban meninggal dunia tidak mengalami perubahan dari 11 jiwa tahun lalu, tetap 11 jiwa tahun ini,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng Kombes Polisi Imam Setiawan, Jumat (13/9/2019).

Imam Setiawan mengatakan, selain meninggal dunia, tercatat pula 15 orang luka berat dan 30 luka ringan akibat lakalantas sepanjang operasi berlangsung selama 14 hari dari 29 Agustus hingga 11 September 2019.

“Untuk kerugian materi akibat lakalantas selama Operasi Patuh tahun ini sebesar Rp 950.250.000,” kata orang pertama di Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng itu.

Menurut Imam Setiawan, jumlah kejadian lakalantas selama Operasi Patuh 2019 secara umum mengalami penurunan.

Terlihat dari jumlah kecelakaan tahun lalu sebesar 45 kasus dibandingkan dengan tahun ini sebesar 33 kasus, turun sebesar 12 kasus atau 26,67%.

Satker yang mengalami persentase tertinggi lakalantas tahun ini yakni Polres Morowali dengan 200 persen kenaikan.

Sedangkan polres yang mengalami penurunan persentase lakalantas signifikan yakni Polres Palu dengan 81,82 persen.

“Usia korban kecelakaan masih didominasi oleh usia produktif yakni usia 16-20 tahun sabanyak 11 orang,” tuturnya.

Sementara untuk jumlah kejadian pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh 2019 mengalami peningkatan sebesar 21 %.

Terlihat dari jumlah pelanggaran tahun lalu sebesar 7,726 kasus dibandingkan dengan tahun ini sebesar 9,411 kasus.

Begitupun dengan tindakan bukti pelanggaran atau tilang juga mengalami peningkatan dari 7,569 kasus tahun lalu menjadi 9,110 kasus tahun ini atau naik sebesar 20 %.

Jumlah persentase pelanggaran tertinggi tahun ini yakni Polres Palu, sedangkan satker yang mengalami persentase pelanggaran terendah berada di wilayah hukum Polres Banggai Kepulauan.

Hal itu terlihat dari jumlah pelanggaran tahun lalu sebanyak 468 kasus dibanding dengan jumlah pelanggaran tahun ini 139 kasus atau -70 %.

Imam menuturkan, pelaku pelanggar masih didominasi oleh usia produktif yakni usia 16-20 tahun yakni sebanyak 1.939 orang.

Kendaraan dan jenis pelanggar tertinggi ada pada sepeda motor yakni 6.981 unit dan lokasi pelanggaran di kawasan pemukiman. CAL

Silakan komentar disini...
loading...