RTRW Sulteng Berbasis Mitigasi Harus Diwujudkan

116
WhatsApp Image 2019-09-09 at 11.04.43
STAF Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Kawasan, Ikhwan saat membuka Lokakarya Multipihak RTRW Provinsi Sulteng Responsif Bencana di sebuah hotel Jalan Zebra, Senin (9/9/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Tingkat kebencanaan Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tinggi jadi faktor pendorong revisi RTRW Provinsi Sulteng agar semakin mitigatif di masa depan.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Kawasan, Ikhwan saat membuka Lokakarya Multipihak RTRW Provinsi Sulteng Responsif Bencana di sebuah hotel Jalan Zebra, Senin (9/9/2019).

Alihfungsi ruang yang keliru lanjut mantan Kepala Kesbang ini, seperti kasus likuefaksi Balaroa dan Petobo mesti jadi pembelajaran supaya tidak berulang.

“Karena mau cari murah dipilih disitu oleh pengembang,” katanya tentang dua lokasi yang dahulu berupa daerah resapan air dan pemancingan lalu disulap jadi perumahan oleh pengembang.

Hadirnya kalangan multipihak diharap mewakili aspirasi berbagai aspek ilmu sebagai input penyempurnaan revisi RTRW Sulteng, baik untuk tujuan mitigasi maupun perencanaan sektoral lain.

“Kebencanaan Sulawesi Tengah jangan kita jadikan menakutkan, tapi jadikan sahabat karena Pasigala (Palu, Sigi, dan Donggala) ini suasananya sama dengan Jepang yang rawan bencana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Ekologi Nusantara Lestari Azmi Sirajuddin selaku panitia mengatakan, lokakarya adalah wujud partisipasi publik yang ingin terlibat konstruktif dalam proses revisi RTRW Sulteng.

“Semua pihak bisa berkontribusi karena proses (revisi) masih berjalan dan belum final,” katanya untuk menjaring masukan-masukan ke dalam revisi RTRW.

Hadir di lokakarya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, akademisi Universitas Tadulako, konsultan dan LSM/NGO. CAL

Silakan komentar disini...
loading...