Tingkatkan Usaha Mikro di Banggai, Donggi Senoro LNG Bentuk Aspum

157
WhatsApp Image 2019-08-30 at 22.11.18
PEMILIK Rumah Produksi As-Syifa, Ratni Zakaria memperlihatkan produk ikan olahannya. Setelah dibantu Aspum, produk ikan olahan tersebut bisa dijual sampai ke Jakarta. FOTO: AGUS PANCA SAPUTRA

SultengTerkini.Com, LUWUK– Guna meningkatkan usaha mikro di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, perusahaan gas, PT Donggi Senoro LNG membentuk Asosiasi Pelaku Usaha Mikro (Aspum).

Dari Aspum ini, para pelaku usaha memperoleh pengetahuan, perlengkapan usaha hingga pemasaran produk.

Fasilitator Bidang Marketing Aspum Kabupaten Banggai, Yerni Bakobat menuturkan, para pelaku usaha yang tergabung dalam Aspum dilatih tentang cara meningkatkan usahanya.

Selain itu, Aspum juga mengakomodasi pelebaran jaringan pemasaran bagi anggotanya.

“Untuk perlengkapan usaha, anggota Aspum bisa memperolehnya secara kredit. Aspum ini menyediakan peralatan dan perlengkapan apapun yang dibutuhkan anggota. Belinya bisa dicicil dengan bunga rendah, 1 sampai 2 persen,” jelas Yerni Bakobat belum lama ini.

Sejauh ini, 36 pelaku usaha mikro telah bergabung dalam asosiasi tersebut.

“Cakupan Aspum ini masih di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batui, Kintom dan Kecamatan Nambo. Target kami, seluruh usaha mikro yang ada di tiga kecamatan ini bisa bergabung di Aspum,” tuturnya.

Yerni menyebut, anggota Aspum adalah kumpulan pelaku usaha mikro dari berbagai jenis bidang usaha.

“Ada yang usaha makanan, sampai kerajinan,” kata Yerni.

Pemilik Rumah Produksi As-Syifa, Ratni Zakaria mengaku penjualan produknya meningkat sejak bergabung di asosiasi.

Abon ikan atau Ikan Suir-suir yang diproduksinya kini bisa dipasarkan sampai ke Jakarta.

“Sejak gabung Aspum, produk saya bisa terjual sampai Jakarta. Penjualannya secara online,” kata Ratni Zakaria.

Tidak hanya itu, lanjut Ratni, melalui Aspum, Rumah Produksi As-Syifa sering diikutkan dalam pameran dan rencananya membuka outlet di Bandara Syukuran Aminuddin Luwuk.

Senada diungkapkan Arni Arifat, pemilik usaha Gialok Food.

“Alhamdulillah, sejak saya bergabung di Aspum tahun 2017 lalu, usaha saya terus meningkat,” kata Arni.

Arni mengaku, penghasilannya tiap bulan bisa mencapai Rp 3 juta lebih. Sebelum bergabung di Aspum, penghasilan Arni tak sampai Rp 1 juta tiap bulan.

“Produk saya sekarang dijual di swalayan-swalayan, toko-toko bahkan ada yang bawa ke Kuala Lumpur Malaysia,” ujar Arni.

Arni mengatakan, Gialok Food menjual produk ikan olahan seperti Bade’o Cakalang, stik ikan hingga makanan khas Kabupaten Banggai. GUS

Silakan komentar disini...
loading...