Pengelola Media di Kota Palu Kerap Abai Kaidah Penulisan

144
WhatsApp Image 2019-08-23 at 22.30.57
PULUHAN jurnalis media cetak dan media online di Kota Palu mengikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah selama dua hari, Kamis (22-23 Agustus 2019). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menemukan banyak pengabaian kaidah penulisan dalam pemberitaan media massa di Kota Palu.

Akibatnya, informasi yang disajikan pengelola media kerap bermakna ganda atau informasi yang disampaikan tidak singkat, padat, dan jelas.

Demikian disampaikan Siti Fatinah, Peneliti Bahasa di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah saat penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pengelola media massa se Kota Palu, Jumat (23/8/2019).

Menurut Siti Fatinah, beberapa penulisan berita di media massa lokal Kota Palu terkadang berbelit-belit sehingga membingungkan pembaca.

Seharusnya kata Siti Fatinah, hal tersebut tidak boleh terjadi karena pengelola media harus memberikan informasi yang jelas bagi pembaca.

“Berita yang disajikan ini tidak hanya dibaca oleh masyarakat Kota Palu. Banyak orang dari luar daerah yang berkunjung ke kota ini, sehingga ketika mereka membaca istilah-istilah yang asing bagi mereka, tentu akan membingungkan,” tutur Siti Fatinah.

Siti Fatinah meminta penggunaan istilah asing tersebut perlu dikurangi agar masyarakat paham apa yang disampaikan.

“Penulisan berita di media massa juga tidak boleh terlalu ilmiah, karena pembaca kita tidak seluruhnya sarjana,” katanya.

Sementara itu, Doktor Herawati, Peneliti dan Penyuluh Bahasa Indonesia di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah juga menyatakan hal yang sama.

Menurut Herawati, bahasa jurnalistik hendaknya komunikatif, singkat, padat dan sederhana.

Penulisan berita di media massa harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah Bahasa Indonesia.

“Bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi, harus jelas dan mudah dimengerti pembaca. Selain itu, penulisan ejaan yang benar juga perlu diperhatikan,” kata Herawati.

Untuk diketahui, sejak Kamis hingga Jumat (22-23/8/2019), puluhan jurnalis media cetak dan media online di Kota Palu mengikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Adri menjelaskan, penyuluhan tersebut bertujuan agar jurnalis di Kota Palu tetap memperhatikan kaidah penulisan dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.

“Apabila informasi disampaikan dengan penggunaan bahasa dan kalimat yang tepat, maka dengan sendirinya akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar,” kata Adri.

Adri menjelaskan, pihak Balai Bahasa setiap tahun memberikan anugerah atau penghargaan kepada media massa yang senantiasa memperhatikan kaidah penulisan dalam penyampaian informasinya. Penghargaan yang diraih media massa, tentu saja memberi pengaruh yang besar bagi usaha media massa tersebut.

“Setiap tahun kami nilai dan akan diberi penghargaan,” tuturnya.

Ia berharap, penyuluhan Bahasa Indonesia yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah dapat menambah wawasan para jurnalis serta dapat diimplementasikan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari. GUS/SAH

Silakan komentar disini...
loading...