oleh

Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Morut Tertusuk Paku saat Upacara

WhatsApp Image 2019-08-17 at 13.26.56
PEMBAWA baki bendera merah putih di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah tertusuk paku saat upacara berlangsung, Sabtu (17/8/2019) pagi. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, MORUT– Namanya Dina Nursadilah Toadji, siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah. Gadis cantik kelahiran 18 September 2003 itu, tahun ini merupakan satu dari sekian pasukan pengibar bendera (Paskibra) Morut dan dipercaya sebagai pembawa baki berisi bendera yang dikibarkan pada peringatan Kemerdekaan ke 74 RI di lapangan upacara kantor bupati setempat, Sabtu (17/8/2019).

Dina, demikian panggilan akrabnya, bersama teman-teman Paskibra Morut harus menghadapi kenyataan penugasan pengibaran bendera tahun ini dengan kondisi lapangan yang becek akibat hujan deras yang turun mulai 16 Agustus malam.

Meski demikian, tekad Paskibra Morut tidak surut dengan medan yang harus mereka hadapi. Acara pengibaran bendera 17 Agustus 2019 pada Sabtu pagi berhasil dilakukan dengan mulus.

Namun saat seluruh barisan kembali ke posisi awal, Dina tiba-tiba jatuh. Kakinya berdarah. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian peserta upacara. Sepatu Dina dilepas, kakinya berdarah. Sebatang paku menancap di sepatu yang dikenakannya. Pakunya ternyata mengenai jari kelingking dan jari manis kaki sebelah kirinya.

“Pas balik dari pengibaran depan tribun saya rasa sakit di kaki. Saya tahan saja, karena saya pikir cuma batu. Tapi kan lumayan jaraknya dari tribun sampai tempat barisan awal kami, lama-lama saya yakin bukan batu ini, tapi paku. Saya tetap fokus dan konsentrasi. Alhamdullilah tugas bisa saya tunaikan bersama teman-teman,” kata Dina yang dihubungi melalui telepon genggamnya di Kolonodale.

Begitu tiba di posisi barisan awal, Dina terjatuh dan membuka sepatunya. Darah yang mengucur membuat teman teman paskibra panik.

Dinapun segera mendapat pertolongan dari petugas medis, dan dilarikan ke RS Kolonodale untuk mendapat perawatan.

Saat ditelepon, Dina mengaku kondisinya sudah kembali normal setelah mendapat perawatan medis. Drinya bahkan dari rumah sakit langsung bergabung kembali ke pasukannya serta melakukan silaturahmi dengan keluarga besar pengibar bendera tahun ini.

Dina pun siap untuk kembali bertugas dalam penurunan bendera. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 94 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed