oleh

Gugurkan Kandungan, Calon Mahasiswi Kesehatan di Palu Ditangkap Bersama Pacar

photo6230971513624963339
APARAT memegang bayi yang digugurkan oleh pelaku seorang calon mahasiswi kesehatan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Seorang calon mahasiswi di salah satu perguruan tinggi kesehatan swasta di Kota Palu, Sulawesi Tengah ditangkap karena terlibat pidana aborsi atau pengguguran kandungan.

Calon mahasiswi yang diketahui berinisial AN (19), warga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore itu diringkus polisi bersama kekasihnya RI (21), warga Desa Meli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala.

“Pelakunya dua orang sudah ditangkap,” kata Kapolres Palu AKBP Mujianto melalui KBO Reskrim Ipda Rislan yang dikonfirmasi SultengTerkini.Com, Sabtu (10/8/2019).

Pelaku AN sudah dinyatakan lulus di salah satu kampus kesehatan dan dijadwalkan mulai kuliah usai Idul Adha, namun karena perbuatannya melawan hukum, AN terpaksa ditangkap dan kini menjalani proses penahanan di Mapolres Palu bersama pacarnya.

AN ditangkap di sebuah indekos Kelurahan Tondo pada Selasa (7/8/2019) sekira pukul 14.30 Wita. Sementara RI, pacarnya juga ditangkap pada hari yang sama sekira pukul 13.00 Wita di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku yang sudah berstatus sebagai tersangka itu telah mengakui perbuatannya melakukan tindak pidana aborsi dengan cara meminum obat.

“RI yang mempunyai niat pertama kali untuk aborsi,” katanya.

RI kemudian mencari, membeli dan memberikan obat kepada AN, pacarnya untuk menggugurkan kandungannya yang ternyata diketahui sudah berusia enam bulan.

“Kalau dilihat, yang digugurkan itu bukan janin lagi, tetapi sudah menjadi bayi,” katanya.

Kepada polisi, RI dan AN sepakat dan nekat melakukan tindak pidana aborsi karena tidak ingin kehamilan AN diketahui oleh orang tuanya.

Bayi yang dikandung oleh pelaku AN digugurkan pada Selasa (7/8/2019) pagi sekira pukul 06.00 Wita di Jalan Suprapto.

Setelah digugurkan, bayi itu dimasukkan ke dalam kantong plastik lalu dibawa ke Kawatuna, tepatnya di belakang sebuah kampus kesehatan untuk dikuburkan.

Namun aksi itu keburu terbongkar oleh aparat dan warga setempat.

Selain menangkap dan menahan dua tersangkanya, polisi juga menyita barang bukti dalam kasus itu berupa baju kemeja warna putih, kantong plastik, dus, dan linggis. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 25 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed