Siswi SMP di Palu Disetubuhi Hingga Hamil, Ternyata ini Pelakunya…

66
6ee5abb5741915cef8bc83c27d822d85
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, PALU– Seorang pria di Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat.

Pria yang diketahui berinisial BHD (45) itu ditangkap aparat atas laporan kasus dugaan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

“Pelakunya sudah ditangkap berdasarkan laporan polisi Nomor LP-B/712/VIII/2019/Sulteng/Res Palu tertanggal 3 Agustus 2019,” kata Kapolres Palu AKBP Mujianto melalui Paur Subbag Humas Aipda I Kadek Aruna yang dikonfirmasi media ini, Jumat (9/8/2019).

Kadek Aruna mengatakan, kasus itu terungkap pada pada Sabtu (3/8/2019) saat jam belajar di sekolah korban.

Seorang guru di salah satu SMP berinisial AG melihat ada yang aneh dengan badan korban, sebut saja namanya Melati (14), siswi kelas 2.

Guru pun memanggil siswinya dan menanyakan apa yang terjadi pada diri Melati.

Melati pun akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada gurunya, dimana korban saat ini sudah lima bulan tidak haid.

Berdasarkan keterangan korban, kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan itu terjadi pada Februari 2019.

Ia bercerita bahwa ia telah disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku yang ternyata adalah pamannya sendiri.

Saat itu malam hari sekira pukul 01.00 Wita di rumahnya, korban sedang tertidur.

Melihat kesempatan itu, pelaku pun menjalankan aksi bejatnya dengan menyetubuhi korban.

Perbuatan itu dilakukan pelaku karena istrinya sudah berusia hampir 50 tahun dan tidak mampu lagi berhubungan badan.

Kasus itu pun dilaporkan ke polisi hingga pelaku ditangkap pada Ahad (4/8/2019) sekira pukul 15.00 Wita di Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat.

Akibat kasus itu, korban Melati kini hamil lima bulan. Sementara pelaku BHD sudah ditahan di Mapolres Palu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku BHD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) subsider pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. HAL

Silakan komentar disini...
loading...