Pemkab Donggala Targetkan Produksi Padi dan Kedelai 130.649 Ton

28
WhatsApp Image 2019-08-08 at 19.14.16
WAKIL Bupati Donggala Mohammad Yasin didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat Harri Soetjahyo menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Sawah di Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kamis (8/8/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Wakil Bupati (Wabup) Donggala Mohammad Yasin didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat Harri Soetjahyo menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Sawah di Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kamis (8/8/2019).

Pada kesempatan itu, Wabup juga menggelar temu wicara bersama pemuda tani yang membahas tentang peningkatan produksi hasil pertanian padi sawah dengan upaya khusus (upsus).

Bupati Donggala Kasman Lassa dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Mohammad Yasin mengatakan, tahun 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala telah menetapkan target produksi padi dan kedelai sebesar 130.649 ton gabah kering giling.

Ia mengatakan, target tersebut tidak akan tercapai tanpa usaha, kerja keras dan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat petani sebagai pelaku utama dalam peningkatan produksi pertanian.

Disamping itu, Yasin juga mengatakan, ada empat tujuan pelaksanaan Upsus di Donggala antara lain, memantapkan koordinasi dan sinkronisasi kabupaten, kecamatan dan desa.

Namun demikian, Wabup Mohammad Yasin mengatakan, kendala dihadapi petani pada musim panen yakni soal pemasaran.

Karena menurutnya, Donggala belum memiliki fasilitas yang memadai seperti gudang Bulog, sehingga petani masih menjual hasil panen ke sub Divre Bangkir dan Bulog Divre Palu.

Demikian pula sebaliknya bila masa pemeliharaan tanaman atau paceklik, harga beras cenderung naik.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk kedepan Pemkab Donggala akan mencari solusi dengan membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wabup juga mengharapkan, dengan adanya kerjasama dapat membuka peluang dan kepastian pasar produksi pertanian terutama beras.

“Sehingga petani mendapatkan harga layak saat musim panen maupun paceklik agar tidak ada lagi petani menjual hasil panen di bawah harga standar pemerintah,” tuturnya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...