oleh

Wabup Donggala Harap Produksi Budidaya Ternak Tingkatkan Kesejahteraan Peternak

WhatsApp Image 2019-08-02 at 20.32.01
WAKIL Bupati Donggala Mohammad Yasin membuka secara resmi penyuluhan pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat miskin di Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Jumat (2/8/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Wakil Bupati (Wabup) Donggala Mohammad Yasin membuka secara resmi penyuluhan pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat miskin di Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Jumat (2/8/2019).

Wabup Mohammad Yasin mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Donggala dalam memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat, khususnya masyarakat peternak.

Sehingga katanya, dengan adanya penyuluhan tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan produktivitas dari budidaya ternak yang dikelola, dengan harapan adanya peningkatan pendapatan dan pada akhirnya mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Terkait pascagempa bumi dan tsunami yang lalu, Wabup mengatakan, dalam sektor ekonomi banyak yang hancur dan begitu juga infrastruktur.

Tetapi menurutnya hal itu tidak menjadi hambatan untuk maju dan berbuat lebih cepat.

“Saya juga mengajak ASN (aparatur sipil negara) agar melakukan loncatan, jangan hanya berjalan saja karena kita sudah jauh tertinggal,” katanya.

Padahal katanya, jika dilihat Donggala adalah kabupaten tertua yang ada di Sulawesi Tengah, tapi untuk hari ini begini-begini saja, jika dibandingkan dengan kabupaten baru yang sudah berkembang.

“Sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Kita harus bangkit, sehingga perlu dilakukan diskusi yang mana istilah daripada tokoh-tokoh nasional yaitu kita harus menyamakan frekuensi berpikir terhadap hal-hal yang berkaitan dengan persoalan ekonomi,” katanya.

Disamping itu, Wabup Mohammad Yasin juga mengungkapkan, penduduk di wilayahnya sebanyak 300 ribu jiwa lebih dan itu sebetulnya sudah menjadi  pasar.

“Hanya saja yang menjadi persoalan sekarang mereka 300 ribu jiwa menjadi pasar orang lain, bukan pasar diri kita sendiri,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Wabup berkeinginan melakukan gotong royong misalnya ada produk Kecamatan Sindue itu bisa menjadi konsumsinya orang Sirenja, Banawa bahkan desa lain yang ada di wilayah Kabupaten Donggala.

“Kalau produknya kita bagus kenapa kita harus beli produk yang dari luar,” tegasnya.

Sehingga ia dan Bupati Kasman Lassa sudah mempunyai ide dan terobosan, akan tetapi jika masyarakat tidak mendukung dengan baik, tentunya ini semua tidak akan berhasil seperti apa yang diharapkan bersama.

Untuk itu, peranan dari seluruh pihak sebagai pelaku utama pembangunan agar benar-benar dituntut lebih kreatif dan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam rangka meningkatkan derajat ekonomi dan kesejahteraan.

Di akhir sambutannya, ia berharap semoga pembangunan peternakan pada masa mendatang akan lebih baik dan memberikan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Donggala.

Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Peternakan Donggala, Liniswati selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta penyuluhan pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat miskin berjumlah kurang lebih 100 orang, terdiri dari peternak di wilayah Kecamatan Sindue, Sindue Tombusabora, Sindue Tobata, Sirenja, Tanantovea dan Labuan.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala Anhar, Kepala BPP Kecamatan serta para penyuluhan distribusi pemasaran atas hasil produksi peternakan masyarakat miskin. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 29 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed