oleh

Polda Sulteng Dinilai Tebang Pilih, FRAH: Tersangka Hoax Yahdi Basma Harus Ditahan!

WhatsApp Image 2019-08-01 at 11.14.10
RATUSAN warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Hoax (FRAH) Sulawesi Tengah kembali menggelar aksi di depan mapolda setempat, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Kamis (1/8/2019). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Hoax (FRAH) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menggelar aksi di depan mapolda setempat, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Kamis (1/8/2019).
Dalam aksinya, massa FRAH mendesak Polda Sulteng segera menahan tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoax, Yahdi Basma.

Koordinator FRAH Sulteng, Salim Baculu menilai penyidik Polda Sulteng tidak konsisten dan terkesan tebang pilih dalam menangani kasus berita bohong di Sulteng, khususnya pada tersangka Yahdi Basma.

Bahkan, Salim juga mempertanyakan penanganan tersangka Yahdi Basma yang tidak ditahan, padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Padahal kasus hoax yang dilakukan Yahdi Basma jelas telah tersangka Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” katanya dalam orasinya.

“Kalau kasus hoax lainnya tidak butuh waktu lama sudah ditahan, kenapa Yahdi Basma tidak?. Polda jelas tebang pilih,” jelasnya menambahkan.

WhatsApp Image 2019-08-01 at 11.14.45
FOTO: ICHAL

Terkait dengan tuntutan itu, Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari yang menerima massa FRAH Sulteng itu mengatakan tersangka Yahdi Basma tidak dilakukan penahanan karena tidak memenuhi syarat objektif sebagaimana yang dilaporkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola beberapa bulan lalu.

“Demikian dengan syarat subjektif juga tidak terpenuhi yang mana YB tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan tidak melakukan hal serupa,” jelasnya.

Selain itu, ancaman hukuman bagi Yahdi Basma dalam kasus ITE juga di bawah 4 tahun. Mengingat hal itu, penahanan tidak dapat dilakukan. Akan tetapi kata Sugeng, berkas tersangka Yahdi Basma segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut.

“Waktunya 14 hari melengkapi berkas. Kalau sudah lengkap, segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteliti kembali apakah berkasnya dinyatakan lengkap atau ada yang ingin dilengkapi lagi,” ujarnya.

Selain di depan mapolda, massa FRAH juga menggelar aksi di depan DPRD dan Kejaksaan Sulteng, Jalan Sam Ratulangi.

Dalam aksinya, massa juga mendesak dua institusi itu agar lebih tegas menghukum Yahdi Basma sebagai tersangka kasus hoax.

Aksi itu berlangsung aman dan damai di bawah pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian setempat. MAD/CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed