oleh

Pascagempa, Ratusan Warga Dusun Lompio Sigi Kesulitan Air Bersih

WhatsApp Image 2019-07-31 at 13.56.21
RATUSAN warga antrean mengambil air bersih yang disalurkan oleh pihak Aksi Tanggap Cepat di Dusun VI Lompio, Desa Maranata, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang mengalami kesulitan air bersih, Rabu (31/7/2019). FOTO: CHANDRA

SultengTerkini.Com, SIGI– Sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) atau ratusan jiwa yang tinggal di Dusun VI Lompio, Desa Maranata, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) kini mengalami kesulitan air bersih. Setiap harinya warga harus berjalan kaki satu kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Salah soerang warga Dusun Lompio, Noho mengatakan, kondisi itu telah berlangsung pascagempa dan likuefaksi yang melanda Kabupaten Sigi pada 28 September 2018 silam hingga mengakibatkan saluran irigasi Gumbasa rusak berat.

“Setiap hari kami itu jalan kaki satu kilometer ambil air bersih di sumur milik warga kami. Itupun air bersih itu tidak cukup dan kami harus antre,” kata Noho ketika ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulteng di lokasi, Rabu (31/7/2019).

Menurut Noho, selama ini warga Dusun Lompio menggantungkan hidup dari irigasi Gumbasa.

Selain untuk pertanian, juga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, minum maupun lainya.

“Kebetulan jalur irigasi Gumbasa ini melewati dusun kami, jadi kami dengan mudah mengambil air irigasi Gumbasa untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak harus berjalan kaki hingga satu kilometer,” katanya.

Dari pantauan Tim ACT di lokasi, puluhan hektar lahan pertanian di wilayah itu juga mengalami kekeringan. Tampak persawahan hanya ditumbuhi rumput.

Merespon kesulitan air tersebut, Tim ACT Cabang Sulteng, Rabu pagi tadi menyalurkan 6.000 liter air bersih di kompleks Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps Lompio.

Puluhan warga mulai mengantre untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan langsung dari mobil tangki air bersih.

Selain untuk kebutuhan masing-masing warga, air bersih tersebut juga digunakan untuk kebutuhan di gereja setempat.

Pendeta BK Korps Lompio, Nirmo mengaku sejak dirinya bertugas sebulan di gereja BK tersebut sangat kesulitan air bersih.

“Selain bangunan-bangunan yang rusak, disini juga kesulitan air bersih. Jadi dengan bantuan air bersih dari ACT ini saya sangat senang dan lega. Saya harap bantuan ini tidak hanya sebatas hari ini, namun hingga kedepan,” Kata Nirmo di sela-sela distribusi air.

Kepala Cabang ACT Sulteng Nurmarjani Loulembah mengatakan, sudah hampir sebulan ini ACT Sulteng telah mendistribusikan air bersih kepada korban bencana, khususnya warga di hunian sementara maupun warga yang mengantungkan hidupnya dari saluran irigasi Gumbasa.

Nani -sapaan akrabnya- menjelaskan, bantuan air bersih ini diharapkan dapat benar-benar tepat sasaran seperti warga di Dusun Lompio yang kesulitan air bersih.

“Distribusi air bersih ini merupakan bantuan dari mitra ACT yaitu Muslin Volunteer Malaysia yang diperuntukkan untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah, khususnya korban gempa, tsunami dan likuefkasi,” kata Nani.

Sebelumnya gempa bermagnitudo 7,4 yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya meluluhlantakkan pemukiman warga dan menelan ribuan korban jiwa, namun juga merusak sejumlah infrastruktur termasuk irigasi pertanian.

Seperti di Kabupaten Sigi, irigasi Gumbasa yang menjadi penopang utama pertanian warga setempat  hingga kini belum bisa dialiri air akibat rusak dihantam gempa pada 28 September 2018 silam. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed