oleh

Diperiksa Sebagai Tersangka, Politisi Nasdem Sulteng Tidak Ditahan atas Kasus Hoax

WhatsApp Image 2019-07-30 at 18.07.27
Yahdi Basma, anggota DPRD Sulawesi Tengah asal Partai Nasdem usai menjalani pemeriksaan di mapolda setempat sebagai tersangka atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax yang menimpa korban Gubernur Longki Djanggola, Selasa (30/7/2019). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Yahdi Basma, anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Partai Nasdem menjalani pemeriksaan kembali di mapolda setempat sebagai tersangka atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax  yang menimpa korban Gubernur Longki Djanggola, Selasa (30/7/2019).

Tersangka Yahdi Basma mendatangi Mapolda Sulteng sekira pukul 10.50 Wita didampingi sejumlah kuasa hukumnya.

Yahdi Basma menjalani pemeriksaan pertama kalinya di ruang penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng  dalam status sebagai tersangka selama tiga jam lebih.

Yahdi yang ditemui sejumlah jurnalis enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan hoax.

“Tanya ke pengacara saja,” kata Yahdi sambil berlalu meninggalkan jurnalis yang beberapa jam sudah menunggunya.

Sementara itu, Kuasa Hukum sekaligus Ketua Koordinator Tim Advokasi PENA 98 Sulteng, Rasyidi Bakri kepada sejumlah jurnalis membenarkan Yahdi Basma diperiksa sebagai tersangka.

“Iya sudah diperiksa dengan jumlah 34 pertanyaan diajukan dari penyidik,” katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan Yahdi sebagai tersangka saat ini dianggap selesai.

Namun bila penyidik masih ingin memeriksa kliennya, pihaknya pun siap mendampinginya kembali.

Menurutnya, ada beberapa hal yang disampaikan tersangka Yahdi kepada penyidik, namun itu tidak bisa dibuka dan disampaikan kepada publik.

“Nanti (dibuka) di persidangan. Yang pasti klien saya diperiksa dalam status sebagai tersangka,” katanya.

Meski diperiksa sebagai tersangka, namun Rasyidi memastikan kliennya tidak dapat ditahan dalam kasus hoax tersebut dengan alasan ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

Selain kooperatif, tersangka Yahdi kata Rasyidi, juga saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Sulteng yang tentunya banyak hal harus dikerjakan sebagai wakil rakyat.

Dalam kasus itu, penyidik menjerat tersangka Yahdi Basma dengan pasal berlapis yakni pasal 27 ayat 3 junto pasal 45 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Yahdi Basma resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan hoax berdasarkan hasil gelar perkara di Mapolda Sulteng pada Kamis (25/7/2019).

Penyidik menetapkan Yahdi Basma sebagai tersangka setelah mengantongi dua alat bukti yang cukup dalam kasus dugaan hoax tersebut. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed