Komite 60 Tahun Jepang Indonesia Gandeng Baznas Bangun Sekolah di Sulteng

76
WhatsApp Image 2019-07-29 at 15.20.15
KOMITE 60 Tahun Jepang Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional, Senin (29/7/2019) meresmikan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Amin di Jalan Sungai Agel, Desa Nupa Bomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang dibangun kembali pascatsunami 28 September 2018 lalu. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Komite 60 Tahun Jepang Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama membangun kembali Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Amin di Jalan Sungai Agel, Desa Nupa Bomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sekolah yang rusak berat akibat guncangan gempa bumi 7,4 Scala Richter tahun lalu itu dapat mulai digunakan kembali usai diresmikan pada Senin (29/7/2019).

Hadir dalam acara peresmian, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Phil Kamaruddin Amin, Ketua Komite 60 Tahun Jepang Indonesia, Syaripa Hasyim dan Asisten Gubernur Sulteng, M Faizal Mang.

Bambang Sudibyo mengatakan, Baznas berterima kasih karena Komite 60 Tahun Jepang Indonesia telah mempercayakan penyaluran donasi kemanusiaan sebesar Rp 550 juta untuk membangun kembali MIS Al Amin.

Sekolah ini dipilih karena terdampak cukup parah dari bencana alam yang terjadi pada September 2018 lalu.

Ia menambahkan, proses dimulainya pembangunan kembali MIS Al Amin ini mulai dilakukan pada awal Juni dan selesai Juli 2019.

Selama satu bulan proses renovasi, proses belajar mengajar tidak terhalang.

“Sekitar tujuh bulan bencana itu telah berlalu, namun Sulawesi Tengah masih memerlukan perhatian, dan ini menjadi tugas kita bersama, menjadi perhatian kita bersama, sebagai saudara dan warga negara yang baik,” katanya.

Komite 60 tahun Jepang Indonesia dan Baznas membantu membangun kembali dua ruang kelas untuk belajar, satu ruang guru dan satu unit toilet.

MIS Al Amin memiliki 135 siswa putra dan putri kebanyakan merupakan warga sekitar sekolah yang juga merupakan penyintas gempa dan tsunami.

Bangunan kelas ini dilengkapi dengan struktur penahan tsunami karena MIS Al Amin hanya berjarak 30 meter dari bibir pantai.

Pada saat bencana gempa tahun lalu, sekolah ini turut terdampak terjangan gelombang tsunami yang merusak bangunan dan menyebabkan sejumlah warga setempat meninggal dunia.

Dubes Jepang, Masafumi Ishi menyampaikan empatinya atas musibah bencana alam gempa bumi, likuefaksi dan tsunami kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

“Saya senang hari ini dapat bertemu dengan anak-anak MIS Al Amin dalam kondisi yang berbahagia,” katanya.

Ia mengatakan, Indonesia dan Jepang memiliki potensi kerjasama yang sangat besar dalam program penanganan bencana dan recovery.

Saat ini pihaknya sedang bekerjasama membuat sistem alarm peringatan dini yang nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah Indonesia untuk didistribusikan ke kawasan rawan bencana.

“Tahun 2019 ini Pemerintah Jepang juga akan membantu merekonstruksi jembatan di Sulawesi Tengah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Gubernur Sulawesi Tengah, M Faizal Mang menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama Baznas dengan Komite 60 Tahun Jepang Indonesia yang telah membangun kembali infrastruktur kesehatan, ekonomi dan pendidikan di Sulawesi Tengah pasca bencana gempa bumi dan tsunami tahun lalu. CAL

Silakan komentar disini...
loading...