Dinas PUPR Poso Serahterima Hasil Pekerjaan Program Pamsimas di Desa Kuku

54
photo6158684284865587402
BUPATI Poso Darmin Agustinus Sigilipu menghadiri kegiatan serahterima hasil pekerjaan program Pamsimas tahun anggaran 2018 di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Selasa (16/7/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Untuk terus meningkatkan akses penduduk perdesaan dan pinggiran kota terhadap fasilitas air minum dan sanitasi dalam rangka pencapaian target akses universal air minum dan sanitasi tahun 2019, Program Pamsimas dilanjutkan pada tahun 2016 hingga tahun 2019 khusus untuk desa-desa di Kabupaten.

Jumlah desa program Pamsimas di Kabupaten Poso sampai dengan tahun 2018 ada 123 desa dengan realisasi penerima manfaat 109,439 jiwa dan jumlah kepala keluarga (KK) 30.399.

Program Pamsimas adalah program bersama antara pemerintah pusat, daerah, desa dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat provinsi, kabupaten sampai dengan desa dan komunitas.

Dimana dalam melakukan sharing program APBN, APBD dan APBDes dalam pembiayaan program; “Desa-APBN”, dana APBN akan membiayai BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) untuk sebesar 70 % dari kebutuhan pendanaan desa sasaran.

Kemudian APBDes sebesar 10% untuk fisik maupun non-fisik dan kontribusi masyarakat sebesar 20% dalam bentuk uang tunai dan material atau tenaga.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Poso, Faidul Keteng saat melaporkan kegiatan serahterima hasil pekerjaan program Pamsimas tahun anggaran 2018 di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan, kegiatan serahterima ini bertujuan antara lain, sebagai wujud dari pertanggungjawaban kegiatan program Pamsimas yang dilaksanakan oleh masyarakat yang dimonitori oleh KKM (Kelompok Keswadayaan Masyarakat, Satlak dan BPSPAMS) dan sebagai bentuk kerja sama dari unsur yang terdiri dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, masyarakat dan pendamping program.

Pelaksanaan kegiatan program Pamsimas tahun 2018 ini memiliki jumlah enam desa regular yakni Lantojaya dan Tokorondo Poso Pesisir, Lempe Lore Tengah, Dodolo dan Bumi Banyusari Lore Utara serta Ratuombu Kecamatan Lage.

Adapun total Pagu anggaran desa reguler sebesar Rp 1.980.000.000, yang terdiri dari APBN senilai Rp 1.106.000.000, APBD Rp 280 juta, In Cash (Swadaya masyarakat dalam bentuk uang tunai) Rp 79.200.000, In Kind (Swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga/material) Rp 316.800.000 dan APBDes Rp 198 juta.

Sedangkan untuk Desa Hibah Khusus Pamsimas (HKP) terdapat 23 desa pasca (keberlanjutan) yakni Desa Panjo, Uelene, Bangun Jaya, Amporiwo, Tolambo, Salindu, Petiro, Kuku, Labuan.

Selanjutnya Toyado Dusun Majulea Atas, Uranosari, Salukaia, Tonusu, Tuare, Soe, Torire, Talabosa, Rompo, Baleura, Patiwunga, Maranda, Dewua dan Desa Trimulya.

Dengan total pagu anggaran sebesar Rp 8.284.375.000, yang terdiri dari APBN Rp 3.305.000.000, APBD Rp 2.270.000.000, InCash Rp 301.250.000, InKind Rp 1.205.000.000, APBDes Rp 753.125.000.

Sarana yang telah dibangun yaitu berupa Intake 19 Unit, Bak Penangkap Mata Air (BPMA) lima unit, Saringan Pasir 18 unit, Jaringan Pipa Transimi dan distribusi 105.271 m, Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun di sekolah enam unit, Sarana WC di sekolah tiga unit, rumah pompa satu unit dan jembatan pipa lima unit. Sementara itu, Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu mengatakan, berbagai upaya dan program yang dilaksanakan pemerintah saat ini disinergikan dan disinkronkan dengan kondisi wilayah di daerah masing-masing.

Sehingga katanya, beberapa wilayah kecamatan yang menjadi lokus program pansimas harus memanfaatkan dengan baik setiap program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah demi peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.

“Dukungan terkecil dari upaya kita sebagai masyarakat terhadap gerak langkah pembangunan yang sedang digalakkan. Saya bersama Wabup Samsuri, melalui organisasi perangkat daerah yang ada, kiranya masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban serta bersikap positive thinking atau berpikiran positif terhadap setiap program yang kami, pemerintah daerah, lakukan demi kemajuan bersama untuk Kabupaten Poso yang lebih baik,” tegas Bupati Darmin.

Hal ini dikemukakan sebab untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berupaya memacu percepatan pembangunan secara dinamis dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Poso mengingat maraknya berbagai tanggapan negatif terhadap pemerintah daerah yang membuat program-program tidak tepat sasaran atau keliru.

“Saya selaku kepala daerah, berharap kepada kita semua agar lebih cermat dan bijak dalam memaknai setiap isu yang berkembang sehingga dengan keharmonisan serta kebersamaan yang telah kita bangun selama ini, tidak mudah tercerai-beraikan oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan atau mengaburkan pandangan kita yang sebenarnya,” harap Bupati Darmin. CAL

Silakan komentar disini...
loading...