Gubernur Sulteng Sebut Prospek Inflasi IHK 2019 Masih Terkendali

65
WhatsApp Image 2019-07-16 at 18.11.58
GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah setempat bertempat di sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Selasa (16/7/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola membuka Rapat Koordinasi (rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat bertempat di sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Selasa (16/7/2019).

Dalam sambutannya, Gubernur Longki menyampaikan rakor TPID Sulteng yang dilaksanakan difokuskan untuk merespon tingkat inflasi bulan Juni 2019 yang mencapai 0,96% (MTM) atau 5,23% (YOY) sekaligus mempersiapkan diri untuk melaksanakan rakor nasional TPID yang akan diselenggarakan pada pekan keempat Juli 2019 di Jakarta dengan tema “Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi Inklusif”.

Rakornas TPID merupakan sebuah forum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan antara pusat dan daerah dalam upaya menciptakan stabilisasi harga pada umumnya dan pengendalian inflasi pada khususnya.

Menurut gubernur, berdasarkan data inflasi Juni terutama disebabkan oleh meningkatnya subkelompok ikan segar sebesar 15,17% dan tarif angkutan udara sebesar 4,35%, meningkatnya harga subkelompok ikan segar disebabkan oleh relatif menurunnya hasil tangkapan ikan seiring dengan kondisi cuaca yang tidak kondusif.

Beberapa komoditas ikan segar yang memiliki andil tertinggi terhadap inflasi pada Juni 2019 yaitu ikan Selar sebesar 0,27%, ikan cakalang 0,15%, dan ikan kembung 0,15%.

Sementara itu tarif angkutan udara pada Juni masih cenderung naik untuk pesawat kelas low cost carrier, namun untuk harga tiket kelas full service sudah mengalami penurunan akibat regulasi penurunan batas atas harga tiket, sehingga tarif angkutan udara memberikan andil sebesar 0,18%.

Pada Juni juga terdapat beberapa subkelompok komoditas yang menyumbangkan deflasi selaras dengan meningkatnya jumlah pasokan di pasar.

Harga komoditas sayur seperti kangkung, tomat dan bayam mengalami penurunan sebesar -5,29%.

Selain itu, bawang merah juga mengalami penurunan harga sebesar -7,51% dan beras -0,01%.

Berdasarkan hal tersebut lanjut gubernur, prospek inflasi indeks harga konsumen (IHK) tahun 2019 diperkirakan masih terkendali pada rentang 3,4-3,6%, dimana masih sesuai dengan target inflasi nasional.

Namun masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi diantaranya, implementasi roadmap TPID 2019-2021 yang telah disetujui sebelumnya, harga komoditas administered price masih cenderung tinggi dan fluktuasi bahan makanan seperti ikan segar dan bumbu-bumbuan juga tinggi. CAL

Silakan komentar disini...
loading...