Bantah Tuduhan Meminjam Uang, Oscar Paudi: Semua itu Dusta!

34
WhatsApp Image 2019-07-16 at 16.31.28
KETUA DPW PAN Sulawesi Tengah Oscar Rasjid Paudi (pakai baju batik) saat diperlihatkan bukti tanda tangan pada salah satu dokumen alat bukti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palu, Senin (15/7/2019). FOTO: MOHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), Oscar Rasjid Paudi kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Senin (15/7/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, I Made Sukanada itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lucas J Kubela menghadirkan tiga orang saksi diantaranya, Irvan Dj Nouk, Kristanto dan Jufri.

Dalam persidangan, terdakwa dugaan penipuan, Oscar Rasjid Paudi membantah tiga keterangan saksi dengan menyatakan tidak pernah meminjam uang seperti apa yang dilaporkan korban Irvan Dj Nouk hingga mencapai angka Rp 505 juta.

“Semua yang mereka katakan itu dusta,” tegas Oscar.

Apalagi, adanya dana pinjaman senilai Rp 325 juta dari total Rp 505 juta itu sama sekali tidak pernah melihat bentuk fisiknya.

Bahkan, ketika para saksi memperlihatkan bukti tanda tangan pada salah satu dokumen alat bukti, Oscar tetap membantah dan mengakui tidak pernah bertanda tangan sebagaimana yang tertera pada dokumen alat bukti yang diperlihatkan di persidangan itu.

Meski begitu, baik saksi maupun terdakwa tetap berdiri pada keterangannya tersebut di persidangan.

Sementara itu, menurut keterangan Irvan Dj Nouk, terdakwa pernah meminjam uang beberapa kali dengan nominal yang berbeda-beda. Namun uang itu tidak dikembalikan.

“Yang meminjam adalah terdakwa,” katanya.

Ketika majelis hakim menanyakan soal upaya menagih, Irvan mengaku tidak berani karena terdakwa merupakan atasan di internal PAN Sulteng.

“Saya tidak berani, karena beliau atasan saya. Saya sungkan menagih,” ungkapnya.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Lucas J Kubela pada sidang perdana, Senin (8/7/2019) lalu, kasus tersebut berawal dari adanya hubungan kerja antara terdakwa Oscar sebagai Ketua DPW PAN Sulteng dengan korban Irvan Dj Nouk, sebagai Ketua PAN Kota Palu sekaligus Direktur atau pemilik PT Patma Utama Beton.

“Saat itu, terdakwa beberapa kali mendatangi korban di kantornya pada Februari 2016 dan September 2017 meminjam uang masing-masing Rp 10 juta dan tidak pernah dikembalikan sesuai perjanjian,” ucapnya saat membacakan dakwaan.

Masih di bulan yang sama, September 2017, terdakwa kembali meminjam uang kepada korban dengan nominal lebih tinggi dari sebelumnya yakni Rp 325 juta untuk kepentingan pribadi, sempat ada upaya penyelesaian hukum di Polda Sulteng, tapi terdakwa tidak juga kembalikan.

Kemudian pada September lagi, kata Lucas, terdakwa kembali meminjam Rp 10 juta, lalu Rp 150 juta dan berjanji dikembalikan, termasuk pinjaman sebelumnya dengan memberikan satu pekerjaan proyek paving block di Kabupaten Parigi Mautong senilai Rp 2 miliar sebagai jatah ketua DPW PAN Sulteng.

“Lagi-lagi terdakwa tidak kunjung mengembalikan pinjaman. Bahkan, pekerjaan proyek yang dijanjikan kepada korban tidak ditepati oleh terdakwa,” jelasnya.

Berdasarkan hal itu, tidak dikembalikannya pinjaman beserta pemberian proyek dari terdakwa kepada korban adalah penipuan, sehingga korban mengalami kerugian Rp 505 juta. Atas perbuatannya, terdakwa Oscar didakwa melanggar pasal 378 KUHP. MAD

Silakan komentar disini...
loading...