Pertanyakan Dana Bantuan Korban Bencana, Warga Balaroa Demo Kantor Walikota Palu

83
WhatsApp Image 2019-07-15 at 11.26.57
MASSA Forum Korban Gempa Bumi dan Likuefaksi Kelurahan Balaroa saat berunjukrasa di depan kantor Walikota Palu, Senin (15/7/2019). FOTO: MOHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Ratusan masyarakat terdampak gempa di Kelurahan Balaroa di Sulawesi Tengah kembali menggelar aksi demo di depan kantor Walikota Palu untuk menagih janji pemerintah kota (pemkot) setempat terkait penyaluran bantuan kebencanaan yang sampai saat ini tak kunjung mendapat kejelasan.

Ketua Forum Korban Gempa Bumi dan Likuefaksi Kelurahan Balaroa, Abdurrahman Kasim mempertanyakan bantuan dana stimulan, jaminan hidup (jadup) dan santunan duka yang tak kunjung jelas.

“Saya mengingatkan kepada pemerintah bahwa masyarakat Kelurahan Balaroa sedang menderita. Jangan sampai dana kebencanaan semakin tidak jelas penggunaannya,” katanya.

Menurutnya, terdapat bantuan kebencanaan senilai Rp 35 miliar belum juga jelas arahnya kemana.

“Setelah saya berdialog dengan Ketua DPRD Kota Palu, sebagian dana tersebut sudah tersalurkan pada awal tahun. Masih ada sisa sekitar Rp 20 miliar yang harus disalurkan ke warga terdampak bencana,” jelasnya.

Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya penyalahgunaan anggaran kebencanaan tersebut.

Selain  itu, proses pengajuan penyaluran bantuan seringkali terhambat data yang tidak valid. Padahal, data yang diberikan sudah sesuai dengan jumlah korban terdampak, baik yang rumahnya ribuan rumah terkubur likuefaksi maupun penghuni tenda pengungsian dan rumah rusak yang tidak layak ditempati.

“Jika tuntutan ini tidak dapat dipenuhi, kami akan datangi pengadilan untuk mengajukan adanya kecurigaan permainan anggaran kebencanaan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Agus Manggona mengatakan, sudah 10 bulan warga menempati tenda pengungsian, tetapi pemerintah kurang memperhatikan warganya.

“Di daerah lain dana santunan, dana jadup dan stimulan sudah tersalurkan. Sementara warga terdampak Balaroa sebagian besar belum tersalurkan. Tolong, kenapa bisa begini?,” ujarnya mempertanyakan.

Aksi berlangsung aman dan lancar di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat. MAD

Silakan komentar disini...
loading...