Markas Polair Polda Sulteng Dibangun Kembali Pascatsunami, Anggarannya Capai Rp 22 Miliar

72
WhatsApp Image 2019-07-11 at 16.23.10
KAPOLDA Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Lukman Wahyu Hariyanto memasukkan campuran semen dan batu ke dalam pondasi bangunan cakar ayam markas Polair Polda Sulteng di Jalan Samudera, Desa Laiba Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Kamis (11/7/2019). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Markas Polair Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang rata disapu gempa dan tsunami pada 28 September 2018 itu akhirnya mulai dibangun kembali.

Pembangunan kembali markas Polairud yang berlokasi di Jalan Samudera, Desa Laiba Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala itu dimulai oleh Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Lukman Wahyu Hariyanto dengan memasukkan campuran semen dan batu ke dalam pondasi bangunan cakar ayam dan diikuti para pejabat utama polda lainnya serta undangan pihak terkait, Kamis (11/7/2019).

Dalam laporannya, Kepala Biro Logistik Polda Sulteng Kombes Polisi Edward E Tamboto menjelaskan, pembangunan markas Polair itu akan menghabiskan anggaran APBN yang angkanya mencapai Rp 22 miliar.

Ia menyebutkan, anggaran Rp 22 miliar itu meliputi kegiatan pekerjaan konstruksi dan fasilitas umum sebesar Rp 19.728.878.000, jasa konsultansi perencanaan Rp 257.572.000, jasa konsultansi pengawasan Rp 321.604.000, pengadaan meubeler Rp 1.826.748.000 dan biaya pengelolaan kegiatan Rp 219.210.000.

Direktur Polair Polda Sulteng Kombes Polisi Indra Rathana menambahkan, selain markas, pada tahun anggaran 2019 ini juga dilaksanakan beberapa pekerjaan fasilitas konstruksi di lingkungan Direktorat Polair Polda Sulteng yakni, pembangunan dermaga sebesar Rp 6.471.542.000, pembangunan talud Rp 1.766.053.000, pembangunan pagar Rp 909.878.000.

Selanjutnya, pembangunan rumah dinas Direktur Polair sebesar Rp 979.105.000, pembangunan rumah dinas staf Polair tipe 38 untuk 8 kepala keluarga (KK) sebesar Rp 2.216.328.000 dan rehabilitasi atau renovasi rumah dinas perwira polair satu KK sebesar Rp 115.117.000.

Pelaksanaan pengadaan pembangunan fasilitas konstruksi di lingkungan Direktorat Polair tahun anggaran 2019 dilaksanakan melalui layanan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik atau LPSE.

Sementara itu, Kapolda Lukman Wahyu berharap dengan terbangunnya kembali markas Polair, pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal lagi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Timur itu juga berharap kepada pelaksana proyek agar dalam pekerjaan pembangunan ini tetap bekerja profesional dan memperhatikan kualitas. CAL

Silakan komentar disini...
loading...