Jalan Panjang Pengisian Kursi Wagub Sulteng Hingga Rusli Dg Palabbi Terpilih

117
WhatsApp Image 2019-07-08 at 15.28.35
SUASANA proses pemilihan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) di Gedung DPRD Sulteng, Senin (8/7/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menggantikan Sudarto yang meninggal dunia pada 1 Oktober 2016, memiliki proses panjang yang berliku karena partai-partai pengusung yaitu Gerindra, PAN, PBB dan PKB tidak memiliki kata sepakat soal figur-figur yang akan dicalonkan sebagai Wagub Sulteng.

Pertama pada 2017 lalu melalui proses lima kali rapat koalisi partai pengusung, sebenarnya keempat partai sudah hampir mencapai kata sepakat untuk mencalonkan dua orang calon ke DPRD yakni Hidayat Lamarakate dan Zainal Daud, namun kemudian proses itu batal tidak terjadi kata sepakat, sebab PAN bersikeras mengajukan Ketua DPW PAN Sulteng Oscar Paudi menjadi salah satu calon.

Kemudian berlanjut pada proses perekrutan calon wagub berikutnya dilakukan beberapa episode untuk pasangan dua lainnya dicoba juga belum berhasil.

Bahkan setiap episode perekrutan calon Wagub Sulteng membutuhkan 5- 6 kali pertemuan tetap juga belum berhasil.

Akhirnya partai koalisi sepakat membentuk tim advance yang anggotanya terdiri masing-masing perwakilan partai pengusung.

Selanjutnya Gubernur Longki yang juga ketua DPD Gerindra Sulteng mengusulkan calon Faisal Mang dan Anshayari, namun partai-partai pengusung juga tidak mencapai kata sepakat.

Prosesnya terus berjalan, hanya saja partai-partai pengusung pasangan Longki Djanggola-Sudarto (Longki’S) pada Pilgub 2015 belum juga mencapai kata sepakat soal calon yang akan diajukan ke DPRD.

Selanjutnya gubernur sampai meminta dukungan Mendagri untuk dapat mempercepat proses pengisian kekosongan Wagub Sulteng yang sudah mencapai 2 tahun 7 bulan.

Di akhir proses, partai pengusung sepakat untuk mengajukan dua nama yakni Rusli Dg Palabbi dari kader PAN dan Andi Mansur Pasande kader PKB untuk dipilih DPRD Sulteng.

Perjalanan panjang tersebut terjawab sudah pada rapat paripurna istimewa pemilihan Wagub Sulteng pada Senin (8/7/2019) dengan menetapkan Rusli Dg Palabbi sebagai Wagub Sulteng menggantikan almarhum Sudarto.

Rusli Dg Palabbi adalah Sekretaris DPW PAN Sulteng yang juga mantan anggota DPRD Sulteng. la dipilih para wakil rakyat DPRD Sulteng.

Lewat konsolidasi yang matang, politisi PAN ini menggungguli rival terdekatnya Andi Mansur Pasande untuk posisi Wagub Sulteng sisa masa jabatan 2016-2021.

Kini Gubernur Longki Djanggola telah memiliki pendamping untuk menyelesaikan sisa masa jabatan memimpin Provinsi Sulawesi Tengah hingga dua tahun ke depan.

Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulteng Alimuddin Paada.

Dari 44 orang jumlah anggota DPRD Sulteng, hanya 43 yang menghadiri proses pemilihan.

Sedangkan satu anggota DPRD tidak hadir yakni Ketua DPRD Aminuddin Ponulele dari Partai Golkar yang dikabarkan sakit.

Setelah 43 anggota DPRD selesai menyalurkan hak pilihnya, panitia melakukan perhitungan. Hasilnya, Rusli Dg Palabbi dengan nomor urut 1 berhasil menyabet 35 suara atau mendapatkan dukungan hampir seluruh anggota DPRD yang hadir. Sedangkan Andi Mansur Pasande dengan nomor urut 2 mendapatkan 8 suara.

Alimuddin Paada dalam pidatonya menyampaikan rapat paripurna yang digelar ini adalah merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Dimana pada Pasal 23 Huruf D disebutkan bahwa salah satu tugas wewenang DPRD yaitu, memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan untuk meneruskan sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.

Selain itu juga Peraturan DPRD Sulteng Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD pada pasal 127 ayat 1 DPRD melaksanakan pengisian jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah melalui mekanisme pemilihan dalam hal kepala daerah dan wakil kepala daerah secara bersama-sama tidak menjalankan tugas karena berhenti atau meninggal dunia. CAL

Silakan komentar disini...
loading...