oleh

Yahdi Basma Melawan, Siapkan 98 Pengacara Hadapi Laporan Gubernur Sulteng

hoax
Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

SultengTerkini.Com, PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola melaporkan Yahdi Basma atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulteng.

Dalam tanggapannya ke sejumlah jurnalis, terlapor Yahdi Basma yang juga anggota DPRD Sulteng itu siap menghadapi laporan yang dialaminya dengan menyiapkan 98 pengacaranya.

Ketua Tim Advokasi Pena 98 Sulteng untuk Yahdi Basma, Muhammad Rasyidi Bakry mengatakan, sejak dilaporkan oleh pihak Gubernur Sulteng karena diduga melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang (UU) ITE pada 20 Mei 2019, Yahdi kerap bersikap kooperatif.

Hal ini ditunjukkan dengan menghadiri undangan penyidik Polda Sulteng saat dimintai keterangan terkait laporan tersebut, walau tanpa izin dari Mendagri sebagaimana dipersyaratkan UU MD3.

Kemudian Yahdi Basma sama sekali tidak menanggapi puluhan berita terkait demi hindari kesan inteventif pada proses yang berlangsung di Polda Sulteng.

Ia mengatakan, yang harus diketahui oleh publik adalah baik selaku pribadi maupun sebagai anggota DPRD, di beebagai kesempatan kepada tim  hukumnya, Yahdi kerap mengulang-ulangi sikapnya dalam bahasa verbal “saya tidak mungkin punya niat menghina Pak Longky karena beliau orang tua kita. Yang saya lakukan selama ini, khususnya sejak dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi pada 2014, ya memang harus mengkritisi seluruh kinerja dan kebijakan pemerintah provinsi”.

Ia menjelaskan, apa yang Yahdi Basma lakukan, yang dituding sebagai penyebaran berita hoax, adalah ikhtiar untuk menjalankan fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat dan sekaligus dalam tugas fungsionalnya sebagai Ketua Pansus Pengawasan Penanggulangan Bencana DPRD Sulteng.

Ia menilai justru Yahdi adalah korban dari orang jahat yang produksi editan foto tersebut.

Maka memang Yahdi mendorong diungkapnya kasus ini melalui profesionalitas Polri yang diyakininya bisa menemukan siapa pelaku pembuat hoax tersebut.

Yang harus diingat pula katanya, adalah berita hoax editan tersebut muncul di tengah kuatnya narasi di publik tentang upaya melakukan people power dari tokoh-tokoh pendukung calon presiden nomor urut 02 kala itu.

Apalagi tanggal tersebut menjelang pengumuman Pilpres oleh KPU yang direncanakan 22 Mei 2019. Menyadari bahwa Longki Djanggola adalah Ketua Partai Gerindra Sulteng, logika Yahdi diyakinkan oleh judul foto koran itu.

Sementara disaat bersamaan, hak-hak warga korban di pengungsian masih terlampau banyak belum dipenuhi, yang secara spontan memicu naluri Yahdi sebagai wakil rakyat untuk mempertanyakan kebenaran berita tersebut, termasuk dengan “membagikannya” ke sejumlah WhatsApp (WA) grup.

Upaya Yahdi untuk mengecek kebenaran berita editan tersebut dengan membagikan ke grup WA, adalah dengan harapan akan mendapat klarifikasi dari teman-temannya yang ada di grup WA.

Namun sayangnya upaya Yahdi tersebut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab justru digunakan untuk memperkeruh situasi dengan cara melaporkan kepada Longki Djanggola.

Ia menambahkan, bahwa ulah beberapa oknum yang mencoba terus memperkeruh situasi dengan terus menggoreng isu ini dengan mendesak dan mencurigai pihak Kapolda Sulawesi Tengah tidak serius menangani kasus ini, hanyalah upaya dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk memaksakan kehendak yang secara jelas dan gamblang didorong oleh syahwat untuk menjatuhkan dan melakukan pembunuhan karakter seorang Yahdi Basma, tanpa mau melihat latar belakang perkara ini secara jernih.

Termasuk pula otak di balik aksi pada Jumat (5/7/2019) siang di DPRD dan Mapolda Sulteng.

Pihaknya percaya bahwa penyidik Polda Sulteng sudah bekerja secara profesional dan obyektif sesuai dengan hukum yang ada.

Ia juga percaya bahwa pihak penyidik Polda Sulteng tentu tidak bisa diintervensi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang sedang mencari untung dari perkara ini dengan cara mencoba menekan pihak penyidik agar menerapkan pasal-pasal sesuai seleranya padahal tidak didukung dengan fakta yang ada.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Sulteng Longki Djanggola melaporkan oknum anggota DPRD Sulteng asal Partai Nasdem, Yahdi Basma atas kasus dugaan berita bohong atau hoax ke polda setempat pada Jumat (5/7/2019) pagi.

Gubernur Longki yang didampingi lima orang pengacara melaporkan Yahdi Basma ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sulteng diterima Kepala Siaga AKP Amir Dewa. MAD/CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 40 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed