oleh

Pascabencana, ACT Kembali Bangun Tiga Madrasah Alkhairaat di Sulteng

WhatsApp Image 2019-07-05 at 10.52.31
SEJUMLAH sukarelawan Aksi Cepat Tanggap sedang melakukan pengerjaan pembangunan Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat Baluase, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. FOTO: CHANDRA

SultengTerkini.Com, PALU– Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya di bidang pendidikan.

Setelah sebelumnya telah membangun sejumlah sekolah swasta dan negeri, baik itu bangunan sementara maupun permanen, kali ini ini ACT kembali membangun tiga unit madrasah yang tersebar di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Tiga sekolah itu masing-masing Madrasah Aliyah Alkhairaat Batusuya Go’o dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Baluase serta SD Alkhairaat Tondo Kota Palu.

Salah seorang sukarelawan ACT Sulteng, Aguswandi yang meninjau langsung sekolah itu mengatakan, tiga sekolah tersebut rusak parah akibat diguncang gempa bumi 7,4 SR pada 28 September 2018 silam.
Akibatnya aktivitas belajar mengajar dilakukan di tenda darurat.

“Waktu kami dari tim sukarelawan melakukan asesmen di tiga madrasah itu. Kondisi sekolah tersebut sudah tidak layak, seperti dindingnya retak dan bangunan sekolah yang sudah miring,” kata Aguswandi.

Melihat kondisi bangunan sekolah yang tidak layak itu, ACT kemudian berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan berkomitmen membangun kembali sekolah tersebut.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengatakan, dari hasil kolaborasi tersebut, tiga sekolah yang rusak itu kini telah dibangun kembali dengan bangunan permanen, dan saat ini dalam proses pembangunan.

“Proses pembangunan sekolah itu kami percepat dengan melakukan pengerjaan hingga malam hari agar aktifitas belajar mengajar dapat kembali dilakukan di bangun permanen, sehingga siswa dapat lebih nyaman ketika belajar di sekolah,” ujar Nurmarjani.

Sementara itu, Koordinator Pembangunan ACT Dede Abdul Rochman menargetkan pembangunan tiga sekolah tersebut akan rampung hingga pertengahan Agustus 2019 mendatang.

“Kami menerjunkan hampir seratusan sukarelawan baik itu tukang maupun buruh pada pengerjaan sekolah tersebut, sehingga pembangunan sekolah itu bisa lebih cepat dari target pengerjaan,” jelas Dede.

Selain tiga madrasah Alkhairaat tersebut, ACT juga kini telah membangun Madrasah Aliyah Negeri Desa Karawana Kabupaten Sigi dan MTs Nurul Hasana Kelurahan Kota Palu. Kedua sekolah itu kini dalam proses pengerjaan. CAN

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed