Terlapor Yahdi Basma Akui Bagikan Berita Hoax ke FB dan Grup WA

102
WhatsApp Image 2019-07-03 at 21.47.47
SALAH satu baliho anti hoax dari Divisi Humas Polri yang dipasang di tepi Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Proses penyelidikan kasus berita bohong atau hoax dengan pelapor Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola dengan tiga terlapor, salah satunya Yahdi Basma atau YB, terus bergulir di polda setempat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng Kombes Polisi Arief Agus Marwan melalui Kasubdit V Siber AKBP Achmad Muhaimin kepada SultengTerkini.Com belum lama ini mengatakan, kasus hoax dengan terlapor Yahdi Basma saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Ia mengatakan, penyidik telah memanggil dan memeriksa terlapor Yahdi Basma untuk dimintai keterangan terkait postingan berita bohong di Facebook (FB) dan WhatsApp (WA).

Meski telah diperiksa, status terlapor Yahdi Basma saat ini masih sebagai saksi.

Kepada penyidik, Yahdi Basma yang juga anggota DPRD Sulteng asal Partai Nasdem itu mengakui telah membagikan berita bohong melalui salah satu koran lokal memuat tentang “Gubernur Sulteng membiayai aksi people power di Sulteng” ke media sosial FB dan WA.

Khusus WA, postingan berita hoax oleh Yahdi Basma itu dibagikan ke sejumlah grup WA diantaranya Aliansi Relawan Jokowi-Amin atau ARJA, Nasdem, Pemuda Pancasila, dan KNPI.

“Sejauh ini penyidik telah memeriksa sebanyak 17 orang,” katanya.

Dalam waktu dekat, penyidik Polda Sulteng berencana memanggil saksi ahli dari Kementerian Kominfo dan Balai Bahasa dalam rangka memastikan kebenaran komentar Yahdi Basma di akun FB dan WA masuk dalam kategori hoax atau bukan.

Selain saksi ahli, penyidik juga akan memanggil admin serta anggota grup WA ARJA dan Nasdem.

Sementara admin dan anggota grup WA KNPI dan Pemuda Pancasila sudah dimintai keterangan beberapa waktu lalu.

Dari pemeriksaan admin dan anggota grup KNPI dan Pemuda Pancasila membenarkan jika terlapor Yahdi Basma membagikan berita bohong itu ke dua grup WA tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola melaporkan kasus hoax itu ke Mapolda setempat dengan tanda bukti laporan pengaduan Nomor TBLP/31/V/2019/Ditreskrimsus tertanggal 20 Mei 2019.

Sebanyak tiga nama terlapor dalam kasus hoax itu dilaporkan masing-masing pemilik FB berinisial DQ, MH, dan FB sekaligus pemilik WA, YB. MAD/HAL

Silakan komentar disini...
loading...