Kenang 11 Anggotanya, Kapolres Palu Ziarah Tabur Bunga di Pantai Talise

223
WhatsApp Image 2019-07-02 at 16.38.18
JAJARAN Polres Palu melakukan tabur bunga di Pantai Talise, Selasa (2/7/2019) mengenang 11 anggotanya yang meninggal dunia dihantam tsunami pada 28 September 2018. FOTO: MOHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Sudah sembilan bulan lamanya peristiwa bencana dahsyat 28 September 2018 menghantam wilayah Kota Palu dan sekitarnya. Bukan hanya tangisan warga terdampak mengalir di pelipis mata, namun juga Polres Palu mengenang kepergian 11 anggotanya yang tewas saat dihantam tsunami.

Tangis air mata mengawali ziarah tabur bunga oleh Kapolres Palu AKBP Mujianto lalu diikuti personel lainnya di Pantai Talise, Selasa (2/7/2019) sore.

Seluruh personel Polres Palu menabur bunga sebagai tanda mengenang kepergian 11 abdi negara.

“Saya sangat terharu sekali, saat itu lokasi tabur bunga jadi panggung utama saat mengawal kegiatan saat itu,” kata Kapolres Mujianto dengan nada sendu.

Sebagai bentuk penghormatan, Mujianto mengatakan, Polri menaikkan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Kala itu, 11 anggota Polres Palu sedang menjalankan tugas negara mengawal pelaksanaan Festival Palu Nomoni. Namun nasib berkata lain, kini 11 abdi negara pergi untuk selamanya.

Selama proses pencarian, lima diantaranya ditemukan jasadnya, sementara enam anggota lainnya sampai saat ini belum juga ditemukan.

Dari 11 anggota, ada tiga anggota polwan yang menjadi korban dahsyatnya hantaman tsunami.

WhatsApp Image 2019-07-02 at 16.38.19
Bripda Anita Putri K.S. saat menceritakan kejadian gempa disertai tsunami yang menewaskan ketiga rekannya, di momentum ziarah tabur bunga di Pantai Talise, Selasa (2/7/2019). FOTO: MOHAMMAD

Salah satu kerabat dekat Polwan, Bripda Anita Putri KS menceritakan saat itu dirinya mau membeli somai tidak jauh dari lokasi bertugas.

“Saya bilang, izin dulu tinggal sebentar, tidak lama.  Terus temanku bilang tidak apa-apa, tunggu disini saja kan banyak makanan disitu, jadi tidak jauh-jauh cari makanan,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Begitu balik ke lokasi bertugas, tiba-tiba terjadi gempa. Orang-orang berhamburan dari pesisir Pantai Talise. Mulai saat itulah ketiga temannya tidak diketahui keberadaannya.

Hingga proses pencarian berlangsung, ketiga temannya tidak ditemukan sampai saat ini. Bahkan Anita sempat mencarinya sekitar lokasi bertugas, namun tidak membuahkan hasil.

“Saya cari kemana-mana sampai ke RS Bhayangkara juga tidak ada,” katanya.

Ke 11 anggota Polres Palu yang meninggal dunia itu yakni Iptu Hendrik, Iptu Sarfani, Ipda Taufik Rongalaha, Aipda Mustofa, Bripka Bambang Supriyadi, Bripka Zainal Daud.

Selanjutnya, Bripka Abdullah Usman Saleh, Brigadir I Gusti Kadek Sukamiarta, Bripda Putu Ayu Lennyaningsih, Bripda Riza M Annisa, dan Bripda Desak Nyoman Elia Puspitasari. MAD

Silakan komentar disini...
loading...