Pasar Tradisional Terbesar Kota Palu Terbakar, Diduga Korsleting

114
WhatsApp Image 2019-06-26 at 13.35.01
PARA pedagang saat menyelamatkan dagangannya usai api berhasil dipadamkan, Rabu (26/6/2019). FOTO: MOHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Pasar Inpres Manonda, pasar Induk Tradisional terbesar Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali terbakar pada Rabu (26/6/2019) sekira pukul 09.45 Wita.

Penyebab kebakaran diduga karena korsleting dari salah satu toko penjual es batu yang berada di tengah-tengah pasar tersebut.

Salah satu penjual ikan kering yang menjadi tokonya terbakar, Hj Daria mengungkapkan, api tiba-tiba muncul di plafon salah satu penjual es batu tanpa ada tanda-tanda asap.

“Saya lihat api tiba-tiba muncul di bagian plafon, saya langsung panik dan lari. Tokoku terbakar habis semua, daganganku juga habis terbakar,” ungkapnya saat menyaksikan kejadian tersebut.

Menurutnya, saat kejadian, suasana pasar berjalan normal seperti biasanya. Kemudian tiba-tiba api muncul di bagian plafon salah satu penjual toko es batu. Tidak berlangsung lama, api merambat hingga membakar tokonya.

“Warga tidak ada yang memadamkan api. Nanti sudah merambat ke toko lain, barulah warga langsung memadamkan api,” katanya.

Sementara warga lainnya, Wahab yang juga penjual ikan di pasar itu mengungkapkan, salah satu dari tiga toko penjual es batu jadi sumber kebakaran. Untungnya dagangannya tidak ikut terbakar saat itu.

“Waktu kejadian, satu pemilik toko tidak di tempat dan tidak membuka tokonya, sementara dua toko lainnya buka, mungkin dari situ apinya muncul,” jelasnya.

Tidak berlangsung lama saat kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi yang berada di tengah pasar dan langsung memadamkan api.

Petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan memadamkan api lantaran akses ke lokasi sulit. Api berhasil dikuasai selang beberapa jam kemudian. Untungnya api tidak meluas ke beberapa toko di sekitar lokasi kebakaran.

Sementara di sekitar pasar, tampak petugas Dinas Perhubungan Kota Palu mengendalikan arus lalu lintas, sehingga kendaraan keluar masuk area pasar dapat dikendalikan.

Berdasarkan pantauan media ini, selain bangunan, kebakaran itu juga menghanguskan puluhan kulkas dari tiga toko es batu tersebut, termasuk satu unit sepeda motor. Tak hanya itu, dagangan ikan kering, ayam potong juga ikut ludes terbakar.

Hingga kini, pemilik toko dibantu pedagang di pasar setempat mengevakuasi barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan.

Pasar tradisional terbesar di Kota Palu itu sebelumnya juga terbakar pada Ahad,18 Februari 2018. MAD

Silakan komentar disini...
loading...