Ikatan Alumni UI Buat Pelatihan Rekonstruksi Pasigala

62
WhatsApp Image 2019-06-23 at 18.02.47
IKATAN Alumni Universitas Indonesia mengadakan pelatihan rekonstruksi Pasigala di Sulawesi Tengah di Balai Pelatihan Kesehatan Palu, Ahad (23/6/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran (FK) UI dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengadakan pelatihan rekonstruksi Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala) di Sulawesi Tengah bagi siswa SMA, mahasiswa dan pengelola rumah sakit setempat.

Kegiatan yang berpusat di Balai Pelatihan Kesehatan Palu selama dua hari itu dibuka Asisten Administrasi Umum, Hukum dan Organisasi mewakili Gubernur Sulteng, Mulyono, Ahad (23/6/2019).

Mewakili gubernur, Asisten Mulyono mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kolaborasi alumni UI menolong warga Pasigala sejak mulai fase tanggap darurat sampai ke rehab-rekon saat ini.

Ia memandang pelatihan sangat tepat membekali peserta agar siap membantu sewaktu-waktu bencana datang dan di luar bencana dapat berperan ganda selaku ujung tombak membangun kesehatan masyarakat.

“Nanti para peserta akan lebih siap dari teknis dan mental saat terjun, menghadapi masyarakat di lapangan,” harap asisten.

Asisten menambahkan, tidak mustahil diantara peserta, kelak ada yang beruntung menimba ilmu di UI, dengan catatan harus tekun belajar dan punya prestasi seperti gubernur yang juga salah satu alumni UI.

“Kuncinya, semangatlah belajar, prestasi raih setinggi-tingginya dan jangan ragu masuk UI,” pesannya.

Pelatihan bersama oleh FKUI dan RSCM tersebut terbagi tiga yaitu pelatihan TB talks, tanggap darurat bencana bagi mahasiswa dan hospital disaster plan.

Ikut masuknya pelatihan TB atau tuberkulosis dalam agenda dilatari keinginan dinas kesehatan untuk menyinergikan eliminasi TB dalam program rehab-rekon Pasigala sebab dari target penurunan 8.900 pasien per tahun ternyata yang berhasil hanya 7.400 tahun 2018 kemarin.

Padahal untuk menyembuhkan pasien perlu waktu enam bulan dan selama itu pasien tidak boleh putus minum obat, karena bila putus, maka penyakitnya akan semakin kebal terhadap obat.

Dengan bencana kemarin, ada kemungkinan pasien yang tidak melanjutkan penyembuhan, sehingga perlu penanganan serius.

“Jadi cari, temukan dan obati,” imbuh Muhammad Amin mewakili Kadis Kesehatan Sulteng.

Hadir di acara itu juga adalah Dekan FKUI Ari Fahrial Syam, perwakilan RSCM Riyad Firdaus, Dirut RS Undata, Dirut RS Anutapura, Dekan FK Universitas Alkhairaat Palu dan pengurus Iluni UI Sulteng Abdullah. CAL

Silakan komentar disini...
loading...