Taman Nasional Lore Lindu Masuk Empat Cagar Biosfer Tertua di Indonesia

312
WhatsApp-Image-2019-06-18-at-11.25.28
BUPATI Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu mengikuti pertemuan Man and The Biosphere Programme-International Coordinating Council UNESCO Sesi ke 31 di Place de Fontenoy, Paris, Prancis. FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PRANCIS– Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu bersama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola mengikuti pertemuan Man and The Biosphere Programme-International Coordinating Council (MAB-ICC) UNESCO Sesi ke 31 di Place de Fontenoy, Paris, Prancis.

Pertemuan untuk Kategori Pertemuan Antar Pemerintah (Intergovernmental Meeting) ini berlangsung dari 17 hingga 21 Juni 2019 dan turut dihadiri oleh Bupati Sigi, Irwan Lapata serta sejumlah pejabat terkait.

Adapun Pimpinan Delegasi Indonesia adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain Delegasi Sulteng, Dirjen KSDAE juga membawa Delegasi provinsi dan kabupaten di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Bagi Sulteng, pertemuan ini menjadi penting karena keberadaan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfer Dunia dan juga terkait dengan program pariwisata dan budaya di sekitar kawasan itu.

Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba juga ikut mendampingi rombongan dari Sulteng.

Ia menyampaikan, agenda pertemuannya disamping melakukan Review Progress dari MAB Programme, juga untuk membahas rekomendasi riset ditiap negara serta membahas penyusunan proposal untuk kerjasama regional dan internasional.

Sementara itu Bupati Darmin melalui telepon genggamnya mengatakan, ICC-MAB merupakan pertemuan tahunan organisasi UNESCO untuk membahas pembangunan dan pengembangan cagar biosfer sebagai pemulihan ekosistem.

Ia mengatakan, pertemuan ini sangat penting karena berbagai “ancaman dunia” terhadap sumberdaya dan keberlangsungan kehidupan.

Bagi Kabupaten Poso sendiri, Bupati Darmin mengatakan, hal ini penting karena keberadaan TNLL yang memiliki kekayaan dan keunikan sumberdaya alam hayati, seperti kumpulan batuan megalitik bagus juga merupakan salah satu monumen megalitik terbaik di Indonesia.

Sehingga katanya, TNLL mendapat dukungan internasional karena ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfir oleh UNESCO.

Saat yang sama, program pariwisata saat ini menjadi pusat perhatian pemerintahan Darmin-Samsuri, juga menurutnya sangat tergantung dengan persepsi dan penilaian internasional terhadap konsep pengelolaan sumberdaya daerah ini.

“Terutama berkaitan dengan kunjungan wisatawan mancanegara dan target pembangunan kepariwisataan yang tengah dipacu oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso,” katanya sebagaimana dilansir posokab.go.id.

Bupati Darmin mengatakan, setelah penetapan TNLL, itu berarti sangat membantu mempromosikan TNLL hingga ke luar negeri.

Menurutnya, satu hal yang tak pernah berhenti dilakukan oleh pemerintah daerah bahwa keseriusannya bersama Wabup Samsuri dalam menjawab tugas keterpanggilannya melayani masyarakat di wilayahnya yakni dimana dalam setiap aksi yang dilakukan tentunya untuk pembangunan Tana Poso.

Keikutsertaan Bupati Darmin dalam pertemuan ini juga akan melakukan asesmen prioritas secara umum atas proyek yang akan dilaksanakan bersama dengan daerah-daerah lainnya, baik secara regional maupun internasional. */CAL

Silakan komentar disini...
loading...