Saksi Pelapor Benarkan YB Bagikan Foto Hoax Gubernur Sulteng

108
Word on keyboard
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, PALU– Proses penyelidikan kasus berita bohong alias hoax dengan pelapor Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola dan Pemimpin Redaksi Mercusuar Tasman Banto terus bergulir di kepolisian.

Penyidik Polda Sulteng dikabarkan telah memanggil dua fungsionaris Partai Gerindra Sulteng dan dua orang admin grup WhatsApp (WA) Pemuda Pancasila Sulteng sebagai saksi atas kasus tersebut.

Salah seorang saksi dari Partai Gerindra, Imam Syafaat membenarkan terduga pelaku penyebar berita bohong berinisial YB menyebarkan berita tersebut ke grup WA aktivis KNPI Sulteng.

“Berita itu dibagikan atau diteruskan ke grup WA pada 19 Mei 2019,” katanya saat dihubungi media ini, Kamis (6/6/2019).

Hal yang sama juga dibenarkan oleh salah seorang admin Grup WA Pemuda Pancasila Sulteng, Kusno Bunga.

Menurutnya, berita bohong itu dibagikan pada 19 Mei 2019 lalu sebelum YB dilaporkan ke Polda Sulteng.

“Saya selaku admin grup, saya tahu berita itu dibagikan pada jam 13.11 Wita,” jelasnya.

Kusno juga memberikan keterangan, YB tidak menambah komentar apapun saat membagikan berita tersebut.

Tidak lama dari setelah membagikan berita itu, baru YB menanggapi.

“Dia bilang harusnya dana itu diberikan untuk korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. Apakah itu sifatnya provokasi atau tidak, itu urusannya kepolisian,” jelasnya.

Imam Syafaat diperiksa penyidik pada 27 Mei 2019 bersama empat saksi lainnya. Penyidik juga memeriksa dua tiga saksi lagi pada 29 Mei 2019.

Sementara Kusno Bunga dimintai keterangan oleh penyidik pada Jumat (31/5/2019) bersama James Pangeran sebagai admin Grup WA Pemuda Pancasila Sulteng.

Menanggapi berjalannya proses hukum itu, Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulteng, Moechtar Mahyuddin mengingatkan kepolisian agar serius menegakkan hukum dan bertindak adil dalam penanganan perkara tersebut.

“Terduga pelaku berinisial YB dan beberapa nama terlapor lainnya menilai tindakan yang melanggar hukum dengan menyebarluaskan kebohongan yang menyerang kehormatan Longki Djanggola selaku ketua DPD Gerindra Sulteng,” tegasnya kepada media ini, Jumat (7/6/2019).

Khusus untuk terpelaku YB, belakangan ini diketahui sebagai politisi Partai Nasdem Sulteng.

Moechtar Mahyuddin mengatakan, jangan sampai hanya karena syahwat politik, YB memprovokasi masyarakat dengan menyebarluaskan berita bohong.

“Ini sikap yang sangat tidak terpuji dan tidak etis seorang politisi. Yang seperti ini sangat tidak pantas menjadi wakil rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola melalui kuasa hukumnya dan Pimpinan Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto melaporkan tiga nama terduga penyebar hoax, salah satunya adalah berinisial YB di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit V Siber Crime Polda Sulteng di Mapolda Sulteng, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan tanda bukti laporan polisi nomor TBLP/31/V/2019/Ditreskrimsus tertanggal 20 Mei 2019, tiga nama terlapor yakni pemilik akun Facebook (FB) berinisial DQ, MH, dan YB sekaligus pemilik WhatsApp. MAD

Silakan komentar disini...
loading...