Napi Rutan Maesa Palu Buka Puasa Bareng Keluarga, Ini Kisah Sedihnya…

63
IMG-20190524-WA0058
SUASANA berbuka puasa para tahanan bersama keluarga di ruang besuk Rutan Kelas II A Palu, Jumat (24/5/2019). FOTO: MUHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Isak tangis menyelimuti para narapidana (napi) saat berbuka puasa bareng keluarga di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Maesa Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (24/5/2019).

Aula Rutan Palu dan ruang besuk jadi tempat bertemu meluapkan kesedihan kepada sanak keluarga yang datang membawakan berbagai menu makanan.

Ruangan itu pun seketika berubah drastis seperti berada di rumah sendiri.

Salah seorang orang tua napi, Nurhana mengaku sedih bercampur senang saat membawakan kue dan makanan kepada anaknya bernama Rahmat untuk berbuka puasa.

“Saya bahagia pak, tidak tahu mau bilang apa. Syukur anakku bisa makan enak hari ini,” ungkapnya dengan nada sendu.

Melihat sang ibu membawakan makanan begitu banyak, Rahmat mengaku seperti berada di rumah sendiri.

Sejak ditahan pada Oktober 2018 lalu, momentum itu tercatat dalam sejarah kehidupannya sebagai hari paling berkesan.

“Saya senang sekali. Sambil menikmati makanan kesukaanku, saya bisa ketawa. Waktunya juga sangat lama, hampir satu jam,” ujarnya.

Sang ibunya membawakan kue dan menu makanan, mulai dari kue tetu, kue lapis dan beberapa kue tradisional Kota Palu.

Untuk menu makanan, khusus menu kesukaan sang anak yakni nasi putih dan tahu goreng sambal pedas. Tentu semua menu tersebut dibuatnya untuk sang anak tercinta.

Keluarga napi lainnya, Yusuf juga meluapkan rasa gembira ketika pihak Rutan Kelas II A Palu memberikan kesempatan pihak keluarganya berbuka puasa bersama para napi.

“Saya harap, pihak rutan bisa buat lagi supaya mamanya bisa masak enak-enak,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang napi, Muhammad Alfian merasa momentum kali ini paling berkesan diantara 17 Ramadan sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Alfian didatangi istri dan tiga anaknya. Kesempatan itu pun dimafaatkan menyuap tiga anaknya sambil bercanda bersama sang istri.

“Saya bersyukur bisa bertemu anak dan istri, bisa makan sama-sama. Rasa-rasa seperti di rumah,” ungkapnya.

Demikian pula dengan Mahmud, istri beserta anaknya turut membawakan hidangan cukup mewah untuk dinikmati bersama.

Tak habis dimakan bersama, dirinya membawa sisa makanan itu ke dalam rutan untuk dinikmati lagi.

Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Andi Fachrul mengungkapkan, terdapat 501 napi yang menghuni Rutan Kelas II A Palu.

Seluruh napi didatangi sanak keluarga, mulai dari istri, anak hingga keluarga terdekat.

“Kegiatan ini serentak untuk memberikan kesan yang baik di bulan Ramadan,” pungkasnya. MAD

Silakan komentar disini...
loading...