Matano Green Up Clean, Gugah Kesadaran Bersihkan Danau Matano

112
WhatsApp Image 2019-03-30 at 10.46.08
SEJUMLAH siswa memungut sampah yang ada di pesisir Danau Matano, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. FOTO: AGUS PANCA SAPUTRA

SultengTerkini.Com, LUWU TIMUR– PT Vale Indonesia bekerjasama dengan Sorowako Diving Club dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar program bertajuk Matano Green Up Clean, Sabtu (30/3/2019). Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan Danau Matano.

Kepala Desa Sorowako, Jihadin Paruge mengakui bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan danau agak minim.

Makanya, kata dia, masyarakat harus terus didorong dan dibina agar mindset masyarakat tentang kebersihan danau berubah.

“Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan sangat rendah. Sampah tidak hanya menumpuk di pesisir danau, tapi juga menumpuk di dasar danau,” keluh Jihadin.

Menurut pengamatan Jihadin, tumpukan sampah terdapat di kedalaman 20 meter. Bahkan di pesisir danau, tumpukan sampah harus dibersihkan dengan alat berat.

Member Sorowako Diving Club, Ahmad Ismianto membenarkan bahwa sampah cukup banyak berserakan di bawah danau.

“Iya benar pak. Di kedalaman 20 sampai 30 meter, banyak tumpukan sampah,” tutur Ahmad.

Sampah-sampah tersebut, sambung Ahmad, tidak hanya berasal dari pemukiman masyarakat di pesisir danau, namun ada juga sampah dari daerah lain yang terseret arus.

“Acara seperti ini (pembersihan danau) sering kami lakukan, supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah di danau,” singkatnya.

Sementara itu, Deputy CEO PT Vale Indonesia, Febriani Eddy mengatakan, bagi masyarakat luar daerah Sorowako, Danau Matano ini adalah kemewahan alam sehingga harus senantiasa dijaga dan dipelihara kebersihan dan keindahannya.

Febriani menceritakan sebuah pengalamannya di sebuah kota kecil di Benua Afrika. Pemandangan kota itu cukup memprihatinkan. Selama dua jam perjalanan, Febriani tak melihat satu pun pepohonan.

Bahkan, Febriani juga tak melihat orang berlalu lalang.

Ketika bertanya kepada sopir yang mengantarnya, Febriani memperoleh dua jawaban yang mencengangkan.

Menurut sopir itu, kondisi kota yang memprihatinkan tersebut disebabkan karena kesadaran masyarakat yang rendah terhadap lingkungan serta maraknya praktik korupsi.

“Untuk itu, mari kita jaga lingkungan kita ini, sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya. Cara yang paling mudah dilakukan adalah membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Apabila tindakan kecil ini dilakukan secara beramai-ramai dan berkelanjutan, maka akan memperoleh hasil yang besar,” tegas Febriani.

Terkait dengan kebijakan PT Vale Indonesia selanjutnya, Febriani menyampaikan, upaya pelestarian lingkungan akan terus dioptimalkan, sehingga bisa menjangkau daerah-daerah lain di luar danau.

“PT Vale akan terus bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan ini,” kata Febriani.

Asisten I Setdakab Luwu Timur, Dohri As’ari menyebut, sinergitas antara pemerintah dan PT Vale Indonesia terjalan sangat baik.

PT Vale Indonesia dan pemerintah kini fokus dalam pengembangan wisata di Danau Matano.

“Program pengembangan wisata terus berlangsung. PT Vale tidak hanya membantu dari segi infrastruktur tapi juga membantu pengembangan ekonomi masyarakat,” urainya.

Pantauan wartawan media ini, Matano Green Up Clean melibatkan sejumlah komunitas pecinta lingkungan di Kabupaten Luwu Timur. Agenda kegiatan berupa aksi pungut sampah hingga hiburan. GUS

Silakan komentar disini...
loading...