Pascagempa, Untad Kembali Mewisuda 1.121 Mahasiswa di Bawah Tenda

97
WhatsApp Image 2019-03-28 at 17.55.41
SEKRETARIS Provinsì Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate turut diwisuda dalam program studi doktoral pada wisuda yang berlangsung di lapangan kampus beratapkan tenda, Kamis (28/3/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menggelar wisuda yang berlangsung di lapangan kampus beratapkan tenda akibat gempa bumi 28 September 2018 silam, Kamis (28/3/2019). Kali ini pihak kampus Untad mewisuda sebanyak 1.121 mahasiswa.

Untuk pelaksanaan wisuda mendatang, Rektor Untad Mahfuds dalam sambutannya berjanji mencari tempat yang lebih strategis, misalnya di aula hotel atau tempat lebih kondusif lainnya.

Mahfudz yang baru dilantik sebagai Rektor Untad dua pekan lalu menyatakan kesyukurannya dapat menghadiri prosesi wisuda, sekaligus menyampaikan selamat kepada para wisudawan.

Ia berharap para alumni dapat bergabung dalam Ikatan Keluarga Akumni (IKA-Untad).

Dilain sisi Untad menurutnya, masih memiliki keterbatasan pasca gempa. Akan tetapi pihak universitas tetap berpacu dan meningkatkan kualitas melalui pendekatan blended loaning serta revitalisasi informasi berbasis IT.

Sementara itu, Gubernur Sulteng yang diwakili Asisteñ Administrasi, Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Mohammad Faisal Mang menyampaikan selamat dan sukses sekaligus apresiasi kepada 1.121 orang yang berhasil diwisuda, baik dari program studi sarjana maupun pascasarjana, serta penghargaan atas kinerja jajaran Untad yang mendorong para mahasiswa sehingga dapat menamatkan pendidikan tepat waktu.

Menurutnya, kehadiran lembaga perguruan tinggi telah menjadi tulang punggung transformasi sosial dan peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan kapasitas dan peningkatan keahlian, serta pengembangan kompetensi profesional dan kemahiran teknikal sumberdaya manusia Sulteng.

Ia mengatakan, Untad sebagai satu diantara lebih kurang 4.500-an perguruan tinggi di Indonesia sudah sepatutnya melakukan penyesuaian peran, strategi, orientasi dan tata kelola kampus sebagai katalisator pembangunan industri digital melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Saya harap lulusan angkatan 96 mesti siap menghadapi tantangan digital dan memiliki bakat digital. Jika sebelumnya para lulusan sudah mempunyai modal literasi lama yaitu baca, tulis hitung maka sekarang perkaya lagi wawasan lulusan dengan tiga literasi baru guna menghadapi revolusi industri 4,0 yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia ini mencakup kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif,” katanya.

Wisuda Untad yang ke 96 meskipun dalam cuaca panas di bawah tenda, akan tetapi sedikit berbeda dari pelaksanaan wisuda sebelumnya.

Selain karena rektornya yang baru dua pekan berganti, Sekretaris Provinsì Sulteng Hidayat Lamakarate turut pula diwisuda dalam program studi doktoral, bahkan tercatat sebagai mahasiswa terbaik dengan predikat pujian dan IPK 3,98.

Selain itu salah satu staf Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng Muhammad Yusuf juga mengikuti prosesi wisuda dalam program studi Pascasarjana Magister Administrasi Publik Untad. CAL

Silakan komentar disini...
loading...