oleh

Poso Bebas Krisis Air Bersih

WhatsApp Image 2019-03-22 at 16.23.54
Finolia Silvia Magdalena

AIR bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.

Pariwisata juga membutuhkan air bersih yang segar, dan hal ini memerlukan upaya jangka panjang.

Oleh: Finolia Silvia Magdalena*)

Menurut PBB, lebih dari satu miliar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih, tiga miliar orang tidak memiliki layanan sanitasi yang memadai, dan angka kematian akibat penyakit menular melalui air yang kurang bersih mencapai tiga juta kematian per tahun.

Selain manusia tinggal di daerah dengan ketersediaan air kurang, kualitas air yang kurang baik menyebabkan mereka yang tinggal dekat badan air juga mengalami kesulitan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Poso merupakan instansi resmi yang diberikan wewenang untuk menyediakan dan melayani kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Poso.

Pada zona ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses pelayanan distribusi air bersih yang selayaknya.

Sejalan dengan adanya perkembangan jumlah penduduk dan perubahan pola hidup masyarakat dalam hal penggunaan air bersih, maka kebutuhan akan air bersih di Poso terjadi peningkatan.

Saat ini, untuk kebutuhan air bersih di Poso Kota memanfaatkan Sungai Poso yang disadap dengan kapasitas ± 60 liter/detik.

Dengan kapasitas produksi tersebut sebagian besar masyarakat pada zona ini masih memanfaatkan sumber air baku, baik melalui sumur dangkal maupun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di daerah pelayanan Poso Kota, maka dibutuhkan adanya pengembangan sistem penyediaan air bersih agar supaya masyarakat di daerah tersebut dapat terlayani dengan baik dan merata serta dapat tercukupi hingga beberapa tahun mendatang.

Dengan data yang saya peroleh, ratusan warga Kelurahan Bukit Bambu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kesulitan memperoleh air bersih.

Kejadian ini berlangsung sejak enam tahun silam. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan dari pemerintah setempat untuk mengatasi masalah yang dihadapi mereka.

Keadaan itu memaksa 59 kepala keluarga harus berjalan sejauh dua kilometer demi mendapatkan air bersih di perbukitan.

Kondisi kian ironis mengingat tempat tingggal warga masih berada di dalam wilayah Poso Kota yang tidak mengalami kelangkaan air bersih.

Kualitas air yang ada pun sebenarnya tak layak dikonsumsi karena berwarna keruh.

Namun karena tidak ada pilihan lain, warga tetap memakainya untuk segala keperluan hidup.

Sejumlah warga mengakui, kelangkaan air bersih terjadi sejak Kelurahan Bukit Bambu terbentuk enam tahun silam.

Jumlah kebutuhan air domestik adalah 31,89 liter/detik pada tahun 2013 dan 40,81 liter/detik pada tahun 2032.

Sedangkan untuk kebutuhan air non domestik pada tahun 2013 adalah 7,97 liter/detik dan pada tahun 2032 adalah 10,20 liter/detik.

Pada tahun 2013 terjadi kehilangan air sebanyak 7,97 liter/detik dan pada tahun 2032 terjadi kehilangan air sebanyak 10,20 liter/detik.

Sehingga katanya, jumlah kebutuhan air total yaitu kebutuhan air baik domestik, non domestik ditambah kehilangan air didapat pada tahun 2013 adalah 47,84 liter/detik.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh kebutuhan air bersih rencana pada tahun 2032 adalah sebesar 61,21 liter/detik.

Suplai air merata dalam 24 jam dimana total suplai air dalam satu hari sama dengan total pemakaian dalam satu hari yaitu 5.616 m3/hari.

Dengan demikian dapat dilihat bahwa kapasitas sumber air yang diproduksi saat ini sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih pada tahun 2032.

Oleh sebab itu, pengembangan yang akan direncanakan untuk mengatasi kekurangan. air pada tahun 2032 yaitu dengan cara menambah pompa baru dengan kapasitas penyadapan 5 liter/detik.

Dengan demikian masyarakat menggunakan air dengan kebutuhan sehari-hari yang bermanfaat. Dan bagi pemerintah setempat agar tetap peduli kepada masyarakat yang belum menerima air bersih, sehingga mereka tidak mengonsumsi air yang tidak layak.

“Air Awal Mula Kehidupan, Menjaga Sumber Air Sama Dengan Menjaga Kehidupan. Selamat Hari Air Sedunia”. ***

*) Penulis adalah Mahasiswi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 45 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed