Pelantikan Kepala MAN 1 Parigi Dinilai Janggal

274
KEMENAG PARMOUT
PELANTIKAN dan pengambilan sumpah pengawas dan lima kepala madrasah di lingkungan Kantor Kemenag Parigi Moutong, Kamis (7/2/2019). FOTO: HUMAS KEMENAG PARIMO

SultengTerkini.Com, PARIGI– Pelantikan Darsono sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah pada Kamis (7/2/2019) lalu, dinilai janggal.

Pasalnya, Darsono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Parigi baru menjabat selama 1 tahun 5 bulan dari yang seharusnya 2 tahun.

Saat dihubungi jurnalis, Rabu (27/2/2019), Darsono mengungkapkan semestinya dua tahun menjabat baru bisa dilakukan rotasi kepala madrasah, sehingga proses berjalannya program dan pekerjaan bisa terselesaikan.

“Saya siap ditempatkan dimana saja, tapi dalam ketentuannya harus minimal 2 tahun, baru bisa dirotasi,” katanya.

Darsono beralasan, sejumlah program dan pekerjaan yang dilakukan pada jabatan sebelumnya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke jabatan lain.

Sebab, program dan pekerjaan sebelumnya Kepala Madrasah telah menandatangani pakta integritas.

“Sepengetahuan kami, dari daerah datang ke pemerintah pusat menandatangani pakta integritas. Itu bentuk komitmen menyelesaikan segala program dan pekerjaan di sekolah, termasuk anggaran,” katanya.

Selanjutnya, bila kedepan terjadi masalah, maka kepala madrasah yang telah menduduki jabatan baru harus bertanggungjawab atas pakta integritas yang ditantadangani di pemerintah pusat.

Dibalik kejanggalan pelantikan itu, Darsono menduga ada oknum pejabat Kanwil Kemenag Parimo yang mengatur rotasi tersebut, hingga dirinya terpental dari MTsN 1 Parigi ke MAN 1 Parigi.

“Saya masih mencari fakta, karena masih dugaan saja. Saya tidak bisa pastikan apa benar ada atau tidak,” katanya.

Sementara itu, pada pelantikan lima kepala madrasah, salah satunya kepala MAN 1 Parigi, Kakanwil Kemenag Parimo, Muslimin mengatakan pelantikan kepala madrasah ini telah melalui pembahasan Baperjakat.

Hal ini berdasarkan adanya usulan salah seorang kepala madrasah yang berkeinginan untuk menjadi pengawas.

Olehnya itu, para kepala madrasah yang baru dilantik untuk ikhlas menerima rotasi/pergeseran dalam jabatan yang diembannya.

“Jabatan itu adalah sebuah amanah dari Allah SWT yang dititipkan kepada bapak dan ibu sekalian melalui Lembaga Kementerian Agama,” katanya. MAD

Silakan komentar disini...
loading...