Baku Tembak di Sausu, Dua Polisi Terluka

2839
photo6147956916849060075
WAKAPOLDA Sulawesi Tengah Kombes Polisi Setyo Boedi Moempoeni Harso saat memberikan keterangan kepada sejumlah jurnalis di ruang rupatama mapolda setempat, Senin terkait baku tembak di Kabupaten Parigi Moutong, Senin (31/12/2018). FOTO: AQILAH

SultengTerkini.Com, SAUSU– Baku tembak antara tim gabungan kepolisian dengan kelompok orang tak dikenal terjadi di Dusun Salubose, Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah pada Senin (31/12/2018) pagi.

Informasi yang berhasil dihimpun SultengTerkini.Com menyebutkan, insiden kontak tembak itu terjadi saat pasukan gabungan tengah melakukan upaya evakuasi terhadap korban mutilasi di Dusun Salubose yang kepalanya ditemukan pada Ahad (30/12/2018).

Saat melintas di Dusun Salubose, sejumlah polisi yang menggunakan mobil dan motor itu melihat ranting besar disusun berjejer dan melintang di tengah jalan.

Beberapa polisi kemudian membersihkan ranting tersebut agar bisa melewati jalan tersebut.

Namun tidak lama kemudian rombongan itu tiba-tiba ditembak dari arah ketinggian. Kontak tembak pun tak terhindarkan.

Akibatnya, dua polisi dikabarkan terluka masing-masing diketahui bernama Bripka Andrew Maha Putra, anggota Intel Brimob dan Bripda Baso, anggota Satuan Intelkam Polres Parimo.

Bripda Baso kena luka tembak di bagian lutut kanan, sementara Bripka Andrew tertembak di bahu kiri.

Setelah sekitar 30 menit bertahan di lokasi kontak tembak, dua polisi yang terluka itu pun berhasil dievakuasi ke Puskesmas Sausu untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Wakapolda Sulteng Kombes Polisi Setyo Boedi Moempoeni Harso yang dikonfirmasi sejumlah jurnalis di ruang rupatama mapolda setempat, Senin, membenarkan kejadian baku tembak itu.

Ia mengatakan, insiden baku tembak itu terjadi saat aparat Polres Parimo sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan korban mutilasi.

“TKP kurang lebih satu setengah kilometer dari Polsek Sausu,” kata Wakapolda Setyo Boedi.

Ia belum bisa memastikan siapa pelaku kelompok yang menyerang polisi di hutan karena masih didalami oleh anggotanya di lapangan.

“Belum tahu siapa pelakunya karena anggota masih bekerja di lapangan dan laporannya pun belum lengkap,” tutur orang kedua di Polda Sulteng itu.

Wakapolda juga tidak ingin berspekulasi apakah kejadian itu bagian dari aksi teror menjelang malam pergantian tahun 2018.

Untuk memperkuat pengamanan dan mengejar pelaku penembakan di lokasi itu, pihak Polda Sulteng telah mengerahkan sebanyak dua satuan setingkat peleton Brimob. HAL

Silakan komentar disini...
loading...