oleh

Astagfirullah, Siswi SD di Poso ini Hamil Diduga Digilir Empat Bocah

WhatsApp Image 2018-04-03 at 11.01.42
Bogiek Sugiyarto

SultengTerkini.Com, POSO– Sungguh malang nasib anak perempuan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ini, sebut saja namanya Mawar. Bocah ingusan yang duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) kini sedang hamil lantaran diduga digilir oleh empat orang bocah.

Kasus itu sudah dilaporkan pihak korban, namun hingga kini empat orang anak di bawah umur yang diduga sebagai pelakunya itu belum ditahan pihak kepolisian setempat.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto kepada SultengTerkini.Com, Rabu (4/4/2018), menyatakan belum melakukan penahanan terhadap empat terduga pelaku pelecehan seksual terhadap siswi SD  yang terjadi di Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir.

Kapolres Bogiek mengatakan, pihaknya sengaja belum mengambil langkah dengan tidak melakukan penahanan terhadap keempat terduga pencabulan tersebut dengan alasan karena mereka masih berstatus di bawah umur.

Selain itu kata Kapolres Bogiek, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Poso.

Dimana saat ini pihak penyidik sedang mendalami laporan dari pihak pelapor keluarga korban.

“Yang jelas kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kapolres Bogiek Sugiyarto saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (4/4/2018).

Kasus pelecehan seks terhadap siswi SD dari Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir itu mengakibatkan korban berbadan dua alias hamil dengan usia kandungan sudah 3 bulan.

Adapun keempat terduga pelaku masing-masing berinisial A, D, A dan F berusia antara 13-15 tahun.

Dalam pengakuannya, para pelaku melakukan hubungan badan layaknya suami istri itu dalam pengaruh minuman keras alias mabuk.

Menariknya lagi, keempat terduga pelaku kata Kapolres Bogiek, ternyata masih di bawah umur.

“Olehnya kami juga perlu melakukan kajian lebih dalam terkait kasus ini menyangkut korban maupun para terduga juga masih di bawah umur,” katanya.

Yang jelas kata Bogiek, dalam kasus ini pihaknya akan menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Karena korban dan pelaku sama-sama di bawah umur, maka akan berlaku nanti Undang-Undang Perlindungan Anak dengan sistem peradilan anak. Ini nanti kita akan terapkan dalam kasus tersebut,” tegas orang pertama di Polres Poso itu.

Diperoleh informasi, korban Mawar sendiri selama ini tinggal bersama neneknya, sedangkan kedua orang tuanya telah cerai dan diketahui berada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. FAI

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 61 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed